Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, baru-baru ini meminta bantuan dari sekutu-sekutu Baratnya agar Ukraina diberikan akses untuk menggunakan roket jarak jauh. Ia percaya, ini adalah cara terbaik untuk memotivasi Moskow agar mencari perdamaian. Permintaan ini disampaikan dalam pertemuan kelompok kontak pertahanan Ukraina (Ukraine Defence Contact Group/UDCG) yang berlangsung di Pangkalan Udara Ramstein di Jerman.
Pertemuan ini dihadiri oleh pejabat militer dan menteri pertahanan dari lebih dari 50 negara, yang bertujuan untuk mengkoordinasikan suplai senjata ke Kyiv. Dalam kesempatan tersebut, Zelenskyy menekankan pentingnya meningkatkan kemampuan militer Ukraina. "Pertahanan yang lebih baik terhadap serangan semacam itu dan kemampuan untuk menyerang kembali target di Rusia akan membantu Ukraina memberi tekanan militer pada Moskow," ujar Zelenskyy.
Sebagai tanggapan terhadap kebutuhan Ukraina, pemerintah Jerman telah berjanji untuk menyediakan 12 meriam howitzer sendiri. Sementara itu, Amerika Serikat juga akan memberikan paket bantuan keamanan tambahan kepada Ukraina senilai sekitar 3,9 triliun rupiah. Bantuan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan pertahanan Ukraina dalam menghadapi serangan lebih lanjut dari Rusia.
Dalam beberapa waktu terakhir, Ukraina dilaporkan mulai kehilangan kendali di area sekitar Pokrovsk yang terletak di wilayah Donetsk. Selain itu, Ukraina juga terus menghadapi serangan udara yang berlanjut terhadap kota-kota di seluruh negeri. Sementara itu, di sisi lain, Ukraina juga telah melakukan serangan ke wilayah perbatasan Rusia di Kursk.
Ukraina bantuan senjata rokets jauh Zelenskyy