Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Protes Sehari-Hari di Depan Kedutaan Israel di Seoul

Selama lebih dari 200 hari, seorang aktivis berdiri di depan Kedutaan Israel di Seoul, ibu kota Korea Selatan, untuk memprotes perang Israel di Jalur Gaza. Protes ini berlangsung setiap hari kerja sejak 6 November, sebagai bagian dari gerakan yang dilakukan oleh Urgent Action oleh Masyarakat Sipil Korea dalam Solidaritas dengan Palestina.

Gerakan ini merupakan koalisi dari berbagai organisasi masyarakat sipil di Korea Selatan yang bertujuan untuk menginformasikan publik Korea mengenai penderitaan rakyat Palestina serta menunjukkan kepada pemerintah Israel dan Korea bahwa ada penolakan terhadap serangan yang terus berlanjut di wilayah tersebut.

Salah satu penyelenggara yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan, “Menyuarakan penolakan terhadap genosida di Gaza adalah ujian empati dan hati nurani manusia pada zaman kita. Kami di Urgent Action Korea berjanji untuk melakukan bagian kami dalam membangun dukungan untuk perdamaian dan keadilan yang langgeng bagi rakyat Palestina.”

Di Korea Selatan, hukum protes melarang demonstrasi lebih dari dua orang dalam jarak 100 meter dari sebuah kedutaan. Oleh karena itu, piket oleh satu orang menjadi taktik umum untuk menghindari batasan tersebut. Urgent Action juga membagikan tautan pendaftaran di media sosial, di mana individu atau organisasi dapat mendaftar untuk menjadi pengunjuk rasa pada hari tertentu.

Lebih dari 150 orang dari berbagai profesi dan latar belakang telah menjadi sukarelawan untuk berpartisipasi dalam protes harian ini, kata penyelenggara Urgent Action. Meskipun para demonstran terkadang menghadapi berbagai bentuk pelanggaran verbal dari staf kedutaan atau penolakan dari pihak kepolisian, penyelenggara menegaskan bahwa mereka bertekad untuk melanjutkan aksi solidaritas ini.

“Kami tidak memiliki rencana untuk menghentikan protes kecuali Israel setuju untuk menghentikan serangan secara permanen. Semuanya tergantung pada pemerintah Israel untuk memutuskan apakah kami akan terus melakukan protes terhadap tindakan genocidal mereka,” tambah penyelenggara tersebut.

library_books Middleeasteye