Kanselir Jerman, Olaf Scholz, mengunjungi kota Solingen pada hari Senin, hanya tiga hari setelah terjadi serangan pisau yang menewaskan tiga orang dan melukai delapan orang lainnya. Insiden tragis ini terjadi di negara bagian Jerman barat, North-Rhine Westphalia (NRW), dan mengguncang seluruh negara.
Pada kunjungannya, Scholz pertama-tama mengunjungi lokasi serangan di alun-alun pasar. Di sana, ia meletakkan seikat mawar putih sebagai penghormatan kepada korban. Dari tiga orang yang tewas, dua adalah pria berusia 67 dan 56 tahun, serta seorang wanita berusia 56 tahun. Empat dari delapan orang yang terluka mengalami cedera serius.
Serangan ini kembali memicu diskusi di dalam negeri terkait imigrasi, menjelang pemilihan regional yang penting minggu depan. Dalam pernyataannya kepada wartawan, Scholz menegaskan, "Ini adalah terorisme, terorisme terhadap kita semua." Pada hari Sabtu, kelompok yang mengklaim diri sebagai Negara Islam menyatakan bahwa pelaku serangan bertindak atas nama mereka.
Scholz juga menyatakan, "Kami harus melakukan segalanya untuk memastikan bahwa mereka yang tidak dapat dan tidak diizinkan untuk tinggal di Jerman harus dipulangkan dan dideportasi." Tindakan ini dianggap penting setelah pelaku serangan seharusnya dideportasi ke Bulgaria tahun lalu, tetapi tidak terlaksana karena dia tidak berada di tempat akomodasi pengungsi saat pihak berwenang mencoba mengeksekusinya.
Bersamaan dengan itu, Scholz menyampaikan bahwa pihaknya harus mengetatkan regulasi terkait senjata, terutama mengenai penggunaan pisau. Baru-baru ini, Jerman juga mendiskusikan kemungkinan pembatasan panjang pisau yang boleh dibawa di tempat umum, dari 12 sentimeter menjadi 6 sentimeter.
Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan dukungan kepada warga Solingen dan menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani masalah keamanan dan imigrasi di negara tersebut.
Kunjungan Scholz Solingen Serangan Mematikan