Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Roadshow Anti-Bullying dan Narkoba, Polresta Malang Kota Catat 8 Kasus Bullying Sepanjang 2025

Kota Malang – Unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Polresta Malang Kota menggelar roadshow pencegahan bullying dan narkoba di lingkungan sekolah, dimulai dari SMP Negeri 03 Kota Malang pada Selasa (25/11/2025). Ini merupakan upaya konkret menekan angka perundungan yang menunjukkan peningkatan dari 6 kasus pada 2024 menjadi 8 kasus sepanjang 2025.

Kanit PPA Polresta Malang Kota, Iptu Khusnul Khatimah, mengungkapkan keprihatinannya atas eskalasi kasus bullying yang dampaknya bisa sangat fatal. "Dampak dari aksi bully bisa berakibat fatal, bahkan sampai ke penanganan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ), atau bahkan sampai dengan bunuh diri," tegas Khusnul di sela-sela kegiatan sosialisasi.

Roadshow yang berlangsung aktif ini melibatkan kolaborasi dengan perguruan tinggi di Malang untuk pendekatan yang lebih holistik. "Kami yang menyampaikan materi bullying dan narkoba, sementara dari perguruan tinggi pada materi psikologis," jelas Khusnul. Pendekatan ini dinilai penting untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang dampak psikologis dari perundungan.

Penanganan kasus bullying, menurut Khusnul, selalu melibatkan multipihak mulai dari sekolah, dinas pendidikan, hingga orang tua siswa. "Beberapa yang menjadi pemicu lebih kepada kesalahan pahaman. Atau ada juga agar supaya dilihat lebih kuat dari yang lain," ujarnya menerangkan motif di balik aksi perundungan.

Data PPA Polresta Malang Kota menunjukkan bullying fisik masih mendominasi jenis perundungan yang terjadi. "Paling banyak pada aksi bully fisik. Bisa bentuk pemukulan dan lainya," papar Khusnul. 

Ia menekankan pentingnya peran serta orang tua dalam pencegahan, mengingat pengawasan tidak hanya diperlukan di sekolah tetapi juga di rumah dan lingkungan sekitar.

Roadshow hari pertama berhasil memicu partisipasi aktif siswa, yang terlibat dalam dialog hingga deklarasi anti-bully. 

Rencananya, program serupa akan dilanjutkan di 5-6 sekolah lainnya di wilayah Kota Malang sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh pelajar.

Melalui pendekatan preventif dan kolaboratif ini, diharapkan dapat mengikis aksi bullying yang tidak hanya merugikan korban, tetapi juga pelaku, pihak sekolah, dan orang tua murid secara keseluruhan.(df)*

library_books Dafa Wahyu Pratama