JOMBANG – Menyikapi ancaman peningkatan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada musim hujan, Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terus mengintensifkan vaksinasi massal bagi ternak sapi di seluruh kecamatan. Sepanjang 2025, sebanyak 74.775 dosis vaksin telah didistribusikan, dengan realisasi mencapai 99,54% dari total target.
Kepala Dinas Peternakan Jombang, Mochamad Saleh, menegaskan bahwa vaksinasi bukan hanya upaya pencegahan penyakit, tetapi juga langkah strategis menjaga populasi dan produktivitas ternak.
"Jombang masih mempertahankan status zero case PMK sejak kasus terakhir Maret 2025. Populasi sapi kami mencapai lebih dari 52.000 ekor, dan ini harus kita lindungi," tegas Saleh, Sabtu (22/11/2025).
Pencapaian vaksinasi yang hampir menyentuh 100% menjadi indikator positif terbentuknya kekebalan komunal (herd immunity) pada ternak rentan PMK. "Realisasi 74.430 dosis atau 99,54% dari stok vaksin yang diterima membuat kami optimistis wabah awal tahun tidak terulang di 2026," ujar Saleh.
Selain vaksinasi, Dinas Peternakan juga memberikan pendukung kesehatan ternak lainnya, seperti vitamin, obat cacing, desinfektan, dan berbagai obat penunjang kesehatan.
"Kami tidak bekerja setengah hati. Semua kebutuhan dasar kesehatan ternak kami penuhi," tambahnya.
Keberhasilan program vaksinasi ini tidak lepas dari kolaborasi erat berbagai pihak.
"Dokter hewan, mantri hewan, inseminator, penyuluh peternakan, dan terutama kesadaran para peternak menjadi kunci sukses program ini," jelas Saleh.
Para peternak juga terus diingatkan untuk menjaga kebersihan kandang, memberikan pakan berkualitas, serta rutin memberikan vitamin dan obat cacing. "Kami imbau peternak berkonsultasi dengan tenaga kesehatan hewan terdekat jika menemui kendala," pesannya.
Dengan langkah pencegahan berlapis ini, Pemerintah Kabupaten Jombang berharap dapat mempertahankan stabilitas sektor peternakan dan meningkatkan produktivitas sapi.
"Musim hujan kerap meningkatkan risiko penyebaran penyakit. Dengan vaksinasi yang hampir tuntas, kami yakin dapat melewati masa ini dengan baik," pungkas Saleh.
Upaya pencegahan PMK di Jombang menjadi contoh nyata bagaimana komitmen tinggi dan eksekusi terpadu dapat melindungi aset peternakan daerah dari ancaman wabah, sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat.(elk)*