Pada hari Jumat, 6 September 2024, Presiden Joko Widodo resmi membuka Rumah Sakit Kemenkes Surabaya. Acara tersebut dihadiri oleh banyak tamu penting, termasuk Ibu Iriana Joko Widodo, dan Kajati Jatim, Dr. Mia Amiati, S.H., M.H., CMA. CSSL.
Rumah Sakit Kemenkes Surabaya memiliki luas bangunan sebesar 163.380 meter persegi. Bangunan ini terdiri dari empat gedung, di mana satu gedung berfungsi sebagai medical center dan tiga gedung lainnya khusus untuk penanganan penyakit kanker, jantung, dan stroke. Dengan kapasitas 772 tempat tidur untuk rawat inap, RS ini juga menyediakan 59 tempat tidur untuk perawatan intensif (HCU), 95 tempat tidur di ruang Perawatan Intensif (ICU), 16 ruang operasi, dan 20 unit kemoterapi.
RS Kemenkes Surabaya dilengkapi dengan peralatan kesehatan berteknologi tinggi, seperti mamografi, CT Scan 256, MRI 3T, dan PET-CT. Fasilitas-fasilitas ini dirancang untuk memberikan layanan kesehatan setara dengan rumah sakit-rumah sakit terbaik di luar negeri.
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa dengan adanya rumah sakit ini, diharapkan masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar negeri, yang selama ini menghabiskan devisa negara sekitar Rp180 triliun setiap tahunnya. "Kita ingin masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan berkualitas di dalam negeri," katanya.
Peresmian Rumah Sakit Kemenkes Surabaya ini merupakan langkah besar pemerintah untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, serta mengurangi jumlah pasien yang berobat ke luar negeri.
Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Pejabat Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, Plt. Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya dr. Sunarto, serta Direktur Utama PT Wika Agung Budi Waskito.
Rumah Sakit Kemenkes Surabaya Presiden Jokowi