Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Mantan Wartawan Kota Batu Kini Jadi Tenaga Ahli Wali Kota di Bidang Hukum Pidana dan HAM

KOTA BATU - Perjalanan karier Suwito menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi dan jejaring luas dapat menjadi modal penting dalam lintas profesi. Mantan jurnalis yang akrab disapa Wito ini, kini resmi menduduki posisi strategis sebagai Tenaga Ahli Wali Kota Batu Bidang Hukum Pidana dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Penunjukan ini tertuang dalam Surat Keputusan Wali Kota Batu Nomor: 188.45/235/KEP/35.79.112/2025. Keputusan tersebut sekaligus menandai babak baru perjalanan profesional pria yang telah menghabiskan lebih dari satu dekade membangun reputasi di dunia jurnalistik dan advokasi.

"Saya memulai karir sebagai wartawan pada 2004," katanya, pada Selasa  (12/8/2025).

Ia menempuh berbagai pelatihan seperti Diklat Jurnalistik, Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI), dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), sebelum memutuskan menekuni profesi advokat pada 2015 dengan bergabung di Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) di bawah kepemimpinan Juniver Girsang.

Latar belakangnya sebagai jurnalis membuat Wito memiliki jejaring yang merentang luas, mulai dari pedagang kaki lima, pelaku UMKM, organisasi massa, pelaku pariwisata, hingga kalangan legislatif dan eksekutif. Bahkan, aparat penegak hukum seperti polisi, jaksa, dan hakim pun mengenalnya.

Di dunia advokat, alumnus pascasarjana Universitas Widyagama Malang ini menangani berbagai perkara perdata dan pidana di tingkat nasional. 

Kini, melalui posisinya di Pemkot Batu, Wito diharapkan mampu menjadi jembatan antara pemerintah, masyarakat, dan penegak hukum dalam menyelesaikan persoalan hukum secara efektif dan berkeadilan.

“Kami akan menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya, semoga tetap amanah agar bermanfaat untuk Kota Batu. Kami meminta doa dan dukungan dari semua pihak, terutama rekan-rekan wartawan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci sukses dalam mewujudkan visi-misi Kota Batu melalui program Mbatu SAE. 

“Kami akan saling mengingatkan dan menguatkan untuk membuat Kota Batu menjadi lebih baik,” tutupnya.

Dengan latar belakang unik sebagai mantan wartawan sekaligus advokat, Suwito membawa kombinasi keterampilan analisis, komunikasi, dan jaringan yang diyakini dapat memperkuat tata kelola hukum di Kota Batu.(gus)*

library_books Agus Susanto/penasehat Hukum