Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Proyek Rehabilitasi Pasar Ploso Jombang: Inilah Kesepakatan Terbaru antara Pedagang dan

Jombang - Proyek rehabilitasi Pasar Ploso Jombang resmi dimulai setelah adanya kesepakatan antara pedagang dan Pemerintah Kabupaten Jombang. Hal ini menjadi kabar baik bagi para pedagang, yang sebelumnya menolak untuk dipindahkan ke lokasi sementara di Lapangan Bawangan.

Dalam kesepakatan ini, para pedagang diperbolehkan untuk tetap berjualan di area pasar dengan pembatasan waktu operasional. 

Kusnandar, Ketua Himpunan Pedagang Pasar Ploso (HIPPAS), menjelaskan bahwa aktivitas jual beli di lorong pasar dapat dilakukan, namun hanya sampai pukul 09.00 WIB setiap hari.

“Pedagang bisa mulai jualan sejak pukul 01.00 dini hari. Yang penting, pukul 09.00 lokasi sudah bersih agar tidak mengganggu akses kendaraan proyek,” kata Kusnandar pada Sabtu, (26//7/2025). 

Kesepakatan ini telah disosialisasikan kepada seluruh pedagang melalui edaran resmi.

Proyek rehabilitasi ini akan dilakukan di Blok F Pasar Ploso. Renovasi mencakup perbaikan atap dan saluran air, tanpa melakukan pembongkaran total. Kusnandar juga menyebutkan bahwa akan ada pembangunan kios baru di area tersebut.

Sementara itu, mengenai lapak sementara yang disediakan di Lapangan Bawangan, Kusnandar mengaku belum mengetahui siapa saja pedagang yang akan menempatinya. 

Suwignyo, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang, membenarkan bahwa kesepakatan antara pemerintah dan pedagang telah tercapai. 

“Sudah ada kesepakatan,” tuturnya.

Proyek rehabilitasi Pasar Ploso dan pembangunan pasar buah di Sub Terminal Ploso sempat ditolak oleh sejumlah pedagang karena lokasi relokasi dinilai tidak layak. 

Kini, pedagang menata ulang lapak mereka secara mandiri agar tetap bisa berjualan selama proyek berlangsung.

Berdasarkan informasi dari Disdagrin, kontrak kerja untuk kedua proyek tersebut telah ditandatangani sejak pekan lalu. 

Rehabilitasi Pasar Ploso dikerjakan oleh CV Panama dari Sampang dengan anggaran mencapai Rp 4 miliar, sedangkan pembangunan pasar buah dikerjakan oleh CV Jokotole dari Surabaya dengan nilai proyek Rp 3,7 miliar. 

Keduanya menggunakan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan sedikitnya 140 pedagang akan terdampak oleh proyek ini.(lok)*

library_books Elok Apriyanto / Hippas