Kota Batu – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Among Tirto Kota Batu meluncurkan program bantuan biaya pendidikan perguruan tinggi untuk membantu mahasiswa yang terkendala kondisi ekonomi. Program ini merupakan salah satu bentuk komitmen sosial perusahaan dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di Kota Batu.
Direktur Perumdam Among Tirto, Ahmad Yusuf, yang akrab disapa Gendon, menyatakan bahwa pendidikan adalah kunci untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.
"Kami percaya bahwa pendidikan adalah kunci menciptakan masa depan yang lebih cerah. Bantuan ini ditujukan bagi mahasiswa-mahasiswi Kota Batu yang memiliki semangat belajar tetapi terkendala kondisi ekonomi," ujarnya, pada Kamis (25/7/2025).
Program ini ditujukan untuk dua mahasiswa aktif yang berdomisili di Kota Batu dan akan melalui proses seleksi yang ketat. Pendaftaran dibuka mulai 25 Juli hingga 17 Agustus 2025.
Syarat pendaftaran meliputi KTP Kota Batu, surat keterangan tidak mampu dari kelurahan atau desa, serta bukti status mahasiswa aktif.
"Jumlah penerima memang terbatas, hanya dua orang. Namun, ini adalah langkah awal untuk menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat dimulai dari yang kecil, asalkan tepat sasaran," tambah, Gendon.
Proses seleksi akan dilakukan dalam tiga tahapan. Pertama, seleksi administrasi untuk memverifikasi dokumen.
Kedua, wawancara untuk menggali motivasi dan latar belakang calon penerima.
Ketiga, pengumuman penerima manfaat yang akan dipublikasikan melalui saluran resmi perusahaan.
Gendon menekankan pentingnya transparansi dalam proses ini.
"Kami berkomitmen untuk menjalankan proses ini secara terbuka dan adil. Tidak ada intervensi. Kami ingin benar-benar membantu mereka yang memiliki semangat dan tekad tinggi untuk menyelesaikan pendidikan," tegasnya.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi WA Center atau SMS ke 0813-2133-3111, serta layanan telepon di (0341) 591034. Inisiatif Perumdam Among Tirto ini merupakan contoh nyata tanggung jawab sosial perusahaan di tingkat lokal, yang tidak hanya fokus pada keuntungan tetapi juga berusaha mengatasi masalah penting di masyarakat, yaitu akses pendidikan.
Gendon berharap program ini akan menjadi penyemangat dan membuka mata pihak lain bahwa gotong royong untuk membangun sumber daya manusia Kota Batu dapat dimulai dari banyak pintu.
"Pendidikan bukan hanya urusan negara, tetapi juga panggilan tanggung jawab moral bersama," pungkasnya.
Program ini meskipun memiliki keterbatasan kuota, diharapkan dapat menjadi langkah awal yang kuat dalam mendorong perubahan besar di masyarakat.(gus)*
Perumdam Among Tirto biaya kuliah pendidikan tinggi Kota Batu