Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Poltekad TNI AD Lahirkan 15 Inovasi Militer: Menuju Pusat Teknologi Pertahanan Nasional

Kota Batu - Sejumlah 60 prajurit TNI Angkatan Darat (AD) baru saja selesaikan pendidikan mereka dan resmi menyandang gelar Sarjana Terapan Teknik. Acara wisuda ini berlangsung dalam Sidang Senat Terbuka di Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kodiklat TNI AD pada Kamis, (24,7,2025).

Selain menjadi momen kelulusan, acara ini juga menandai lahirnya 15 inovasi teknologi militer baru yang merupakan hasil tugas akhir para wisudawan. Inovasi-inovasi ini diharapkan dapat menjadi fondasi kemandirian pertahanan Indonesia.

Acara wisuda ini berlangsung di Kampus Poltekad yang terletak di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. 

Letjen TNI Mohamad Hasan, Komandan Kodiklat TNI AD, menyatakan bahwa wisuda ini bukanlah seremoni biasa. 

“Ini adalah pembuktian bahwa TNI AD mampu melahirkan teknokrat militer dari tangan para bintara terlatih,” ujarnya, dalam sambutan.

Ke-15 inovasi tersebut berasal dari empat program studi yang ada di Poltekad, yaitu Teknik Elektronika Pertahanan, Teknik Otomotif Ranpur, Teknik Telekomunikasi Militer, dan Litbang Pertahanan. 

Beberapa inovasi yang telah dikembangkan antara lain sistem monitoring ranpur, radio hybrid RoIP, drone tempur, sistem telemetri mortir, kompor berbahan bakar minyak jelantah, dan pengolahan sampah berbasis pirolisis.

“Beberapa di antaranya sudah diuji coba dan digunakan dalam skala terbatas oleh satuan TNI maupun mitra sipil. Ini pencapaian luar biasa, mengingat keterbatasan alat dan anggaran yang dimiliki para mahasiswa,” tambah, Letjen Hasan.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah Drone Tempur Quadcopter E6-Sky Rider dari Prodi Elkasista, serta Smart Greenhouse dari Prodi Otoranpur yang dapat digunakan untuk logistik pasukan di medan operasi.

Pihak Kodiklat TNI AD berkomitmen untuk melanjutkan pengembangan teknologi-teknologi ini. 

Beberapa alat rencananya akan diuji coba di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur), Pusdik Kowad, dan satuan pendidikan TNI lainnya. 

“Jika hasil uji manfaat dan keandalannya bagus, kami siap mengembangkan lebih lanjut, bahkan untuk produksi massal,” tegas, Letjen Hasan.

Letjen Hasan juga menekankan pentingnya peningkatan fasilitas pendidikan dan laboratorium di Poltekad untuk mendukung riset lanjutan. 

“Saya akan laporkan ke pimpinan agar Poltekad ditingkatkan dari sisi fasilitas. Ke depan, lembaga ini harus jadi pusat unggulan teknologi pertahanan nasional, bukan hanya milik TNI AD tapi juga bangsa Indonesia,” tuturnya.

Dengan pendekatan berbasis ilmu dan inovasi, pendidikan militer di Poltekad kini melampaui paradigma lama. 

“Di tangan para teknokrat militer inilah masa depan kekuatan pertahanan Indonesia sedang disiapkan. Kita tidak lagi bergantung, kita menciptakan,” pungkas, Hasan.

Para wisudawan bukan hanya petugas teknis, tetapi juga calon ilmuwan militer yang akan mengisi celah penting dalam sistem pertahanan berbasis teknologi.(gus)*

library_books Agus Susanto / Poltekad