Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kolaborasi Pemkot Batu dan Universitas Brawijaya Dorong UMKM

Kota Batu - Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskumperindag) bekerja sama dengan Universitas Brawijaya (UB) Malang meluncurkan program baru untuk mempercepat pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kota tersebut.

Program ini melibatkan sebanyak 93 pelaku UMKM dari Kota Batu yang akan mendapatkan pendampingan langsung dari akademisi dan mahasiswa. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan akses pasar di lingkungan kampus UB.

Wali Kota Batu, Nurochman, atau biasa dipanggil Cak Nur, menjelaskan bahwa kolaborasi ini bukan hanya sekedar pelatihan, tetapi juga langkah nyata untuk memberdayakan ekonomi berbasis kampus. "Kami bersama Pak Rektor UB telah menjalin kerja sama strategis sebagai upaya pemberdayaan UMKM. Program ini bukan hanya pelatihan, tetapi produk akan dibeli langsung, dijual di outlet kampus, dan juga dipasarkan melalui marketplace," kata Nurochman pada Selasa, 10 Juni 2025.

Lebih dari itu, produk-produk UMKM Kota Batu juga akan ditampilkan dalam berbagai kegiatan kampus, seperti acara wisuda, seminar, dan forum akademik lainnya. 

Hal ini memberikan kesempatan bagi produk lokal untuk dikenal lebih luas tanpa harus keluar dari wilayah kampus.

Cak Nur menambahkan, "Produk UMKM Batu punya kesempatan besar dikenal dan diserap oleh pasar mahasiswa maupun tamu kampus. Ini bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang saling menguntungkan."

Program ini juga bermanfaat bagi mahasiswa, karena mereka akan terlibat langsung dalam mendampingi UMKM dalam berbagai aspek, mulai dari produksi hingga pemasaran.

Ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung dari pengalaman nyata di lapangan.

Cak Nur menjelaskan, "Ini simbiosis mutualisme. Mahasiswa dapat pengalaman riil, UMKM dapat manfaat riil. Harapannya setelah program selesai, UMKM bisa mandiri dengan standar lebih baik."

Kepala Diskumperindag Kota Batu, Aries Setiawan, menambahkan bahwa program ini akan berlangsung dari bulan Juni hingga Juli 2025. Proses seleksi UMKM dilakukan dengan bantuan konsultan dari Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang telah mendampingi pelaku usaha sejak awal.

"UMKM yang lolos adalah mereka yang telah melalui pembinaan dan kurasi oleh PLUT. Setiap UMKM akan didampingi oleh satu dosen dan sepuluh mahasiswa UB," jelas, Aries.

Universitas Brawijaya juga menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari komitmen mereka untuk pengabdian masyarakat. Dengan banyaknya mahasiswa dan aktivitas di kampus, hal ini menjadi peluang besar untuk memasarkan produk UMKM setempat.

Program ini akan memberi kesempatan bagi produk lokal Batu, mulai dari makanan, kerajinan, hingga fesyen, untuk mendapatkan tempat di konsumsi harian mahasiswa.

Aries menegaskan, "Dengan keberadaan UB sebagai universitas besar, ini peluang emas. Produk lokal kita bisa naik kelas tanpa harus keluar kota."

Kolaborasi antara Pemkot Batu dan Universitas Brawijaya menunjukkan bahwa pendidikan tinggi dapat berperan penting dalam transformasi ekonomi lokal. 

Bukan hanya teori di dalam kelas, tetapi juga aksi nyata yang melibatkan mahasiswa dan UMKM sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.(Gus)*

library_books Agus Susanto / Foto / Agus Sus