YouTube baru-baru ini menghapus ratusan video yang berasal dari influencer sayap kanan. Video-video ini dikelola oleh Tenet Media, sebuah perusahaan yang diduga didanai dan diarahkan oleh jaringan berita yang didukung oleh negara Rusia. Ini adalah sebuah praktik yang dapat membahayakan kemandirian berita dan informasi yang ada di platform digital.
Sebuah analisis oleh WIRED menyelidiki isi konten video yang telah dihapus. Mereka menemukan bahwa para influencer seperti Tim Pool dan Benny Johnson sering membahas sejumlah topik tertentu. Topik-topik tersebut termasuk Elon Musk, seorang pengusaha terkenal pemilik perusahaan seperti Tesla dan SpaceX, serta isu-isu yang berkaitan dengan dugaan rasisme terhadap orang kulit putih.
Rasisme adalah sikap atau perilaku yang mendiskriminasi orang berdasarkan ras atau etnis mereka. Dalam konteks ini, isi video tersebut berusaha untuk menarik perhatian pada isu ketidakadilan yang dialami oleh suatu kelompok etnis. Namun, analisis ini menunjukkan bahwa fokus mereka bukanlah pada penyelesaian masalah, melainkan lebih pada provokasi dan pembentukan opini publik.
Keterlibatan media sosial dalam politik semakin kompleks, dengan banyak influencer berusaha mengarahkan narasi dengan cara tertentu. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami dampak dari konten yang disediakan oleh pihak-pihak ini terhadap pemahaman masyarakat.
influencer sayap kanan YouTube media Rusia