Insiden Kekerasan di Sambhal telah menjadikan situasi semakin parah, mengakibatkan setidaknya lima orang tewas dan banyak lainnya terluka, termasuk lebih dari 20 anggota kepolisian. Kekacauan ini terjadi saat survei yang diperintahkan oleh pengadilan dilakukan di Masjid Shahi Jama, yang merupakan peninggalan zaman Mughal.
Kekerasan dimulai ketika para pengunjuk rasa melakukan pelemparan batu, sementara pihak kepolisian mencoba mengendalikan situasi dengan menggunakan gas air mata dan pentungan. Beberapa laporan menyebutkan adanya tembakan dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Polisi menemukan peluru jenis .315 bore di tubuh korban yang tewas.
Reaksi Politik dan Tindakan Hukum: Insiden ini memicu perdebatan politik yang sengit. Partai oposisi, Partai Kongres, menyerukan diadakannya penyelidikan yudisial, dengan tuduhan bahwa kekerasan ini berasal dari politik kebencian. Sebanyak lebih dari 2.000 orang telah diajukan kasus hukum, termasuk anggota Parlemen Samajwadi, Ziaur Rahman Barq, dan putra MLA Iqbal Mehmood, Sohail Iqbal, yang dituduh menghasut kekerasan.
Tindakan Keamanan: Setelah terjadinya kerusuhan, pihak berwenang mengambil beberapa langkah keamanan. Layanan internet dihentikan, sekolah-sekolah ditutup, dan perintah larangan diimplementasikan. Masuk ke Sambhal tanpa izin juga dilarang hingga 30 November. Polisi juga melakukan flag march untuk memastikan keamanan di daerah tersebut.
Detail Survei: Survei ini dilakukan setelah adanya pengaduan yang menyatakan bahwa masjid tersebut awalnya adalah sebuah kuil. Meskipun terjadi kekerasan, survei tersebut tetap dilaksanakan dan laporan dijadwalkan akan diserahkan pada 29 November.
Tanggapan Publik dan Media: Di media sosial, banyak yang membahas kekacauan ini dan membagikan visual dari kekerasan yang terjadi, serta membicarakan dampak politik dari insiden ini. Kejadian ini menyoroti suasana tegang yang mengelilingi tempat-tempat ibadah di India, dengan situasi di Sambhal terus dipantau untuk perkembangan selanjutnya.
Sambhal Masjid kekerasan polisi protes