Ratusan wanita berkumpul di depan Piramida Louvre di Paris, Prancis, untuk melakukan protes menentang kekerasan terhadap perempuan. Dalam aksi yang berlangsung pada hari Minggu, para wanita ini menampilkan pesan-pesan seperti "STOP PERANG TERHADAP WANITA" dan "WANITA HIDUP BEBAS". Mereka berbaring di tanah dengan tubuh telanjang bagian atas, sebagai bentuk penolakan terhadap segala bentuk kekerasan yang menimpa perempuan di seluruh dunia.
Aksi protes ini menarik perhatian banyak orang, termasuk wisatawan yang berada di sekitar lokasi. Menurut laporan, polisi Paris menangkap enam wanita yang terlibat dalam protes tersebut. Mereka ditangkap karena menampilkan tubuh telanjang di depan Louvre, namun setelah pemeriksaan identitas, mereka semua dibebaskan.
Safia Lebdi, salah satu pengorganisir protes, menyatakan bahwa demonstrasi ini terkait dengan Hari Perempuan Internasional. Dalam aksi tersebut, para wanita juga mengibarkan bendera dari Tunisia, Aljazair, Mesir, dan Iran untuk menyoroti berbagai batasan hukum dan budaya yang dialami oleh perempuan di dunia Muslim.
Salah satu peserta protes, Amina Sboui, adalah mantan anggota kelompok eksibisionis yang dikenal dengan nama Femen, yang terkenal dengan aksi protes telanjang mereka. Pada tahun lalu, Sboui menghabiskan lebih dari dua bulan dalam penjara di Tunisia karena dituduh merusak pemakaman dengan menulis kata "Femen" di sebuah dinding.
Aksi ini bukan hanya sekadar protes, tetapi juga memicu diskusi tentang cara-cara protes yang dilakukan dan kebebasan berekspresi. Sebelumnya, kelompok seperti Femen juga pernah melakukan aksi serupa yang menyoroti isu-isu tentang hak perempuan di berbagai belahan dunia. Protes di Louvre ini menjadi salah satu contoh terbaru dari upaya untuk mengangkat suara perempuan dan menentang kekerasan yang sering kali diabaikan.
protes Louvre wanita kekerasan Paris