Montreal – Demonstrasi di Montreal telah berubah menjadi kekacauan saat para delegasi NATO berkumpul di kota tersebut. Aksi unjuk rasa ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina dan penolakan terhadap kehadiran NATO.
Bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi sangat memanas. Para pengunjuk rasa menggunakan kembang api dan bom cat untuk menyerang polisi. Kejadian ini menunjukkan escalasi ketegangan antara kedua belah pihak.
Selain bentrokan, kerusakan properti juga dilaporkan. Palais des Congrès di Montreal menjadi sasaran penyerangan oleh para anarkis dan pengunjuk rasa anti-genosida, yang menyebabkan beberapa jendela pecah. Ini menunjukkan bahwa aksi protes tidak hanya berfokus pada penyampaian suara, tetapi juga berujung pada tindakan yang merusak.
Lebih lanjut, setidaknya satu mobil terbakar selama protes, yang menandakan tingkat gangguan yang lebih tinggi. Kejadian ini mengindikasikan bahwa situasi semakin tidak terkendali.
Dalam kejadian yang lebih mengejutkan, seorang jurnalis dari TVA Nouvelles dilaporkan diserang saat meliput acara tersebut. Ini menambah daftar insiden kekerasan yang terjadi selama demonstrasi.
Protes ini berlangsung bersamaan dengan pertemuan NATO di Montreal, di mana delegasi dari negara-negara anggota NATO dan mitra negara sedang membahas berbagai isu penting. Ketidakpuasan yang meluas ini mencerminkan ketidakpuasan yang lebih besar terkait dengan konflik internasional, termasuk situasi di Gaza. Beberapa pengunjuk rasa juga mengungkapkan sentimen anti-NATO yang kuat.
Kekacauan di Montreal ini menunjukkan betapa seriusnya dampak dari ketegangan internasional ini, dan bagaimana hal tersebut dapat memicu aksi-aksi yang tidak terduga di lapangan.
Montreal demonstrasi NATO Palestina bentrokan kekacauan