Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru saja melakukan pemungutan suara mengenai resolusi yang berjudul "Hak Rakyat Palestina untuk Menentukan Nasib Sendiri". Dalam pemungutan suara tersebut, sebanyak 170 negara mendukung resolusi ini, sementara hanya 6 negara yang menolak, yaitu Amerika Serikat, Israel, Argentina, Paraguay, Mikronesia, dan Nauru.
Hasil pemungutan suara ini menunjukkan adanya dukungan internasional yang luas terhadap hak rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri. Ini termasuk hak untuk mendirikan Negara Palestina yang independen. Resolusi ini telah ditegaskan kembali dalam berbagai bentuk selama bertahun-tahun oleh Majelis Umum PBB, menyoroti pentingnya mengakhiri pendudukan Israel yang dimulai sejak tahun 1967. Majelis Umum juga mendorong penyelesaian damai yang adil dan berkelanjutan antara Palestina dan Israel, sesuai dengan resolusi PBB dan kerangka perdamaian lainnya.
Alan MacLeod, seorang penulis senior di @MintPressNews, memberikan komentar mengenai hasil pemungutan suara ini. Ia mengatakan bahwa pemungutan suara kali ini sebenarnya tidak seimbang seperti yang seharusnya, karena beberapa negara yang menjadi sasaran sanksi AS, seperti Venezuela dan Afghanistan, tidak dapat memberikan suara mereka karena hak suara mereka dicabut. Hal ini terjadi karena sanksi ekonomi yang ketat dari AS membuat mereka tidak dapat mengirimkan iuran mereka ke PBB, yang dibayarkan dalam dolar AS.
Situasi serupa juga pernah terjadi pada Iran beberapa tahun lalu. MacLeod juga menjelaskan mengapa banyak negara kecil di Pasifik, seperti Nauru dan Mikronesia, memilih untuk mendukung posisi AS dan Israel. Negara-negara ini adalah mikrostates, dan salah satu ekspor berharga mereka adalah suara mereka di PBB, yang sering kali dijual kepada penawar tertinggi secara tidak resmi. Oleh karena itu, dalam banyak isu, negara-negara tersebut memilih untuk bergabung dengan suara minoritas (biasanya posisi AS) untuk menunjukkan statistik yang lebih baik. Menurut MacLeod, hanya negara-negara ini yang memilih bersama AS karena itulah yang mampu dibeli oleh Washington.
Dengan hasil ini, Majelis Umum PBB menunjukkan komitmennya untuk mendukung hak rakyat Palestina, sekaligus menyerukan dunia internasional untuk bersatu dalam mencari solusi damai untuk konflik yang telah berlangsung lama ini.
PBB hak Palestina suara negara independen dukungan internasional