Kyiv - Pada tanggal 13 November 2024, situasi di ibu kota Ukraina, Kyiv, semakin memprihatinkan setelah serangan rudal besar-besaran yang dilancarkan oleh pasukan Rusia. Serangan ini melibatkan berbagai jenis senjata, termasuk rudal jelajah, rudal balistik, dan drone Geran.
Menurut laporan terbaru, terdapat setidaknya 8 serangan rudal, di mana 4 di antaranya adalah rudal balistik dan 4 lainnya adalah rudal jelajah. Ini merupakan salah satu serangan rudal terbesar yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir di Kyiv.
Akibat serangan ini, 17 orang terluka, dan kerusakan signifikan dilaporkan terjadi pada sekolah, bangunan tempat tinggal, serta fasilitas industri. Beberapa taman kanak-kanak dan rumah juga mengalami kerusakan, dan puing-puing dari rudal yang jatuh menyebabkan gangguan di berbagai lokasi.
Defensi udara Ukraina berusaha aktif dalam menangkal serangan, berhasil menembak jatuh beberapa rudal yang datang. Namun, meskipun ada upaya tersebut, beberapa rudal tetap berhasil mencapai target, mengakibatkan korban dan kerusakan.
Andriy Yermak, kepala staf Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, mengkonfirmasi bahwa serangan rudal ini sedang berlangsung, menandakan peningkatan signifikan dalam permusuhan antara kedua pihak.
Sentimen masyarakat di Kyiv, seperti yang tercermin dalam unggahan di media sosial, menunjukkan campuran rasa takut dan keteguhan hati di kalangan penduduk. Selain itu, ada juga pembicaraan mengenai biaya finansial dari serangan ini, di mana satu estimasi menyebutkan bahwa Rusia menghabiskan sekitar 390 juta dolar untuk rudal yang digunakan dalam serangan ini.
Informasi ini mencerminkan ketegangan yang terus berlangsung dan aktivitas militer di daerah tersebut, menyoroti dampak manusia yang segera serta penggunaan strategis senjata jarak jauh oleh pasukan Rusia.
Kyiv serangan rudal Rusia Ukraina Zelenskyy