Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Airshow China 2024 Tampilkan Kemajuan Teknologi Militer

Zhuhai, China – Pameran Penerbangan dan Antariksa Internasional China atau yang lebih dikenal dengan Airshow China, kembali digelar pada tahun 2024. Pameran ini menampilkan kemajuan signifikan dalam teknologi penerbangan militer, khususnya dalam pengembangan pesawat tempur.

Di antara inovasi yang paling menarik adalah J-35A Stealth Fighter, yang melakukan debutnya di pameran ini. Pesawat ini merupakan pesawat tempur siluman generasi kelima kedua yang dimiliki China, setelah J-20. J-35A, yang dikembangkan oleh Shenyang Aircraft Corporation, adalah pesawat tempur multi-peran ukuran sedang yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF) dalam operasi ofensif di lingkungan yang berisiko tinggi. Uniknya, meskipun desainnya menyerupai F-35 milik Amerika Serikat, J-35A dilengkapi dengan dua mesin, berbeda dengan F-35 yang hanya memiliki satu mesin.

Pesawat J-20, yang merupakan pesawat tempur siluman unggulan China, juga mendapatkan pembaruan. Versi terbaru J-20 kini menggunakan mesin yang diproduksi secara domestik, yaitu seri WS-10, yang mengurangi ketergantungan pada teknologi propulsi dari Rusia. J-20 menunjukkan performa luar biasa dalam demonstrasi terbang, melakukan manuver seperti putaran 360 derajat dan pendakian vertikal, yang menyoroti kemampuan aerodinamis dan vektor dorongnya yang canggih.

Selain itu, J-15T Carrier-Based Fighter juga dipamerkan. Ini adalah versi terbaru dari J-15 yang dirancang untuk diluncurkan dari kapal induk. J-15T memiliki peningkatan untuk peluncuran dengan katapel, yang menunjukkan kompatibilitasnya dengan kapal induk baru China, seperti Fujian, yang memiliki dek datar untuk operasi katapel. Hal ini mencerminkan kemajuan dalam kemampuan penerbangan angkatan laut China.

Tidak hanya pesawat tempur China, Su-57 Rusia juga turut ambil bagian dalam pameran ini. Penampilan Su-57 menandai debutnya di pameran udara internasional, menunjukkan kerjasama militer yang erat antara China dan Rusia. Namun, beberapa pengamat awal menunjukkan adanya ketidaksesuaian konstruksi pada model yang dipamerkan, yang mengindikasikan bahwa model tersebut mungkin merupakan prototipe dan bukan versi produksi.

Pameran ini juga menyoroti kemajuan dalam teknologi drone. Salah satu yang menarik perhatian adalah FH-97A, yang mampu mengendalikan sekumpulan drone kamikaze. Ini menunjukkan kemajuan dalam teknologi pesawat tanpa awak yang semakin berkembang.

Di sisi lain, Airshow China juga memperkenalkan konsep pesawat tempur generasi keenam, yang digambarkan sebagai pesawat hipersonik yang mampu meluncurkan amunisi dari luar angkasa. Ini menunjukkan ambisi besar China dalam teknologi antariksa.

Secara keseluruhan, perkembangan yang ditampilkan di Pameran Zhuhai ini tidak hanya menegaskan upaya China untuk mandiri dalam perangkat keras militer, tetapi juga niatnya untuk memasarkan teknologi ini secara global. Terutama di kawasan yang mencari untuk mendiversifikasi akuisisi militer mereka di luar pemasok Barat tradisional.

library_books Konstituen