Jakarta, 10 November 2024 – PT Petrosea Tbk, perusahaan multifaset yang berbasis di Indonesia, mengumumkan rencana pemecahan saham dengan rasio 1:10. Rencana ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas saham dan menarik lebih banyak investor. Trading untuk saham baru ini diperkirakan akan dimulai pada akhir tahun 2024.
Selain itu, Petrosea juga baru saja mengamankan kontrak besar senilai 4 triliun IDR dari Bara Prima Mandiri. Kontrak ini menunjukkan aktivitas bisnis yang kuat dan komitmen Petrosea dalam memberikan layanan terbaik di sektor pertambangan dan konstruksi.
Petrosea didirikan pada tahun 1972 dan telah menjadi pemain kunci dalam industri pertambangan, infrastruktur, serta minyak dan gas. Perusahaan ini menyediakan berbagai layanan, termasuk kontrak pertambangan, rekayasa, pengadaan, serta konstruksi. Sektor-sektor ini sangat penting bagi pembangunan ekonomi Indonesia.
Salah satu layanan utama Petrosea adalah pertambangan, yang mencakup berbagai proses seperti penggalian, pemuatan, dan pengangkutan. Mereka juga memiliki fasilitas pelabuhan melalui Petrosea Offshore Supply Base (POSB) untuk mendukung operasi mereka di bidang minyak dan gas.
Petrosea terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1990 dan dikenal karena penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Perusahaan ini menekankan pada akuntabilitas, independensi, dan transparansi dalam operasionalnya.
Di sisi karyawan, banyak yang melaporkan bahwa gaji dan tunjangan yang diberikan cukup baik. Namun, ada juga keluhan mengenai perubahan manajemen yang menyebabkan meningkatnya politik kantor dan berkurangnya kesempatan untuk kemajuan karir. Meskipun demikian, budaya perusahaan tetap mendukung, dengan fokus pada keselamatan dan komitmen lingkungan yang tinggi.
Petrosea saat ini dimiliki oleh PT Kreasi Jasa Persada, yang sepenuhnya dimiliki oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. Sebelumnya, perusahaan ini berada di bawah kontrol PT Indika Energy Tbk, yang masih memegang saham signifikan setelah penawaran umum pada tahun 2013.
Perusahaan ini juga diakui oleh World Economic Forum pada tahun 2019 sebagai satu-satunya perusahaan pertambangan dan satu-satunya perusahaan Indonesia yang bergabung dengan Global Lighthouse Network, berkat penerapan teknologi Industri 4.0 yang menunjukkan komitmen mereka terhadap inovasi dan efisiensi.
Dengan berbagai lokasi operasional, Petrosea memiliki kegiatan signifikan di Kalimantan dan Papua untuk layanan minyak dan gasnya, serta berkantor pusat di Tangerang, Banten. Rencana pemecahan saham dan kontrak besar ini menjadi sinyal positif bagi masa depan Petrosea di industri yang kompetitif ini.
Petrosea saham kontrak pertambangan industri