Sebanyak sembilan dari sepuluh mantan komisioner Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) dilaporkan beralih ke industri farmasi setelah meninggalkan jabatannya. Data ini diungkapkan melalui beberapa unggahan di platform sosial media X, antara tahun 2006 hingga 2019. Temuan ini menunjukkan adanya pola perpindahan dari posisi regulasi menuju pekerjaan di perusahaan yang mereka awasi, yang dapat menimbulkan perhatian terkait fenomena "revolving door" atau pintu berputar.
Beberapa mantan komisioner yang telah beralih ke industri farmasi antara lain:
- Scott Gottlieb, yang menjabat sebagai komisioner FDA dari 2017 hingga 2019, kini menjadi anggota dewan direktur di Pfizer, serta berperan sebagai penasihat untuk berbagai perusahaan bioteknologi.
- Margaret Hamburg, komisioner dari 2009 hingga 2015, kini menjabat sebagai direktur di Alnylam Pharmaceuticals dan aktif di berbagai organisasi kesehatan.
- Andrew von Eschenbach, yang menjabat dari 2006 hingga 2009, kini menjadi penasihat untuk beberapa perusahaan biotek dan kesehatan, serta bergabung dengan Greenleaf Health, sebuah firma konsultan di bidang kesehatan.
Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua mantan komisioner memilih untuk berkarir di sektor industri. Beberapa dari mereka lebih memilih untuk terlibat di dunia akademis atau organisasi non-profit. Selain itu, ada aturan etika yang mengatur adanya periode "pendinginan" sebelum mantan pejabat dapat bekerja di industri yang mereka regulasi, bertujuan untuk mencegah konflik kepentingan.
Perpindahan karir ini sebaiknya dilihat dalam konteks keahlian dan pengalaman yang dimiliki oleh para mantan komisioner di bidang kesehatan. Meskipun ada kecenderungan berpindah ke industri, penting untuk memverifikasi informasi ini dari sumber yang resmi, karena mungkin ada detail yang perlu diperbarui atau dikoreksi.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mengenai integritas dan transparansi dalam pengaturan kesehatan, serta bagaimana hubungan antara pengawas dan industri dapat mempengaruhi kebijakan publik.
FDA komisioner farmasi etika kesehatan