Penyelidikan terhadap video yang diduga menunjukkan orang pingsan dan mayat di jalanan China akibat COVID-19 telah mengungkap situasi yang kompleks mengenai keaslian visual tersebut. Berikut adalah beberapa poin kunci berdasarkan informasi yang tersedia:
Beberapa penyelidikan, termasuk oleh media Israel Channel 12, menemukan bahwa beberapa rekaman yang banyak beredar dari awal pandemi ternyata ditayangkan atau disalahartikan. Video-video ini kadang-kadang digunakan untuk menimbulkan ketakutan atau merupakan bagian dari simulasi latihan penyelamatan, bukan peristiwa nyata terkait wabah virus.
Salah satu contoh adalah video yang salah diklaim menunjukkan mayat korban COVID-19 di Wuhan. Video tersebut sebenarnya memperlihatkan orang-orang yang tertidur di jalanan Shenzhen, yang menunjukkan betapa cepatnya misinformasi dapat menyebar.
Peristiwa Nyata dan Cerita yang Dibesar-besarkan
Walaupun memang ada kondisi yang parah di China, terutama saat puncak wabah di Wuhan, dengan rumah sakit yang kewalahan dan laporan kematian, tidak semua rekaman adalah autentik. Beberapa video menunjukkan keadaan darurat medis yang nyata atau langkah-langkah kesehatan masyarakat, namun yang lain dibesar-besarkan atau tidak terkait dengan COVID-19.
Informasi dari pihak berwenang China tentang tingkat keparahan dan penyebaran virus sering kali dilaporkan lebih rendah atau disensor, yang menyebabkan skeptisisme terhadap statistik resmi. Lingkungan ini memicu penyebaran baik berita asli maupun berita palsu.
Upaya Pengecekan Fakta
Berbagai organisasi pengecekan fakta seperti Reuters, AP News, dan Snopes.com telah membantah klaim dan rekaman yang menunjukkan kematian di jalanan akibat COVID-19. Misalnya, sebuah foto yang diklaim menunjukkan orang-orang yang meninggal akibat virus corona di jalanan sebenarnya berasal dari pertunjukan seni di Jerman pada tahun 2014.
Postingan di platform seperti X (dulu Twitter) telah mendiskusikan pengungkapan ini, dengan beberapa pengguna mengungkapkan skeptisisme terhadap laporan media awal tentang situasi di China. Sentimen ini mencerminkan ketidakpercayaan yang lebih luas atau penilaian ulang terhadap informasi awal yang dibagikan selama puncak krisis.
Secara keseluruhan, walaupun ada krisis kesehatan masyarakat yang nyata dan kematian terkait dengan wabah COVID-19 di China, beberapa rekaman yang berkontribusi pada narasi keruntuhan dan kematian massal di jalanan telah dibantah sebagai dipentaskan atau disalahartikan. Hal ini telah menyebabkan peninjauan kembali tentang cara informasi disebarluaskan dan dikonsumsi selama fase awal krisis kesehatan global. Penting untuk selalu mendekati informasi semacam ini dengan mata kritis, mempertimbangkan kredibilitas sumber, dan mencari konfirmasi dari berbagai sumber terpercaya.
COVID-19 China video misinformasi penyelidikan