Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Putin Nyatakan Rusia Tak Akan Tinggalkan Dolar AS

Presiden Rusia, Vladimir Putin, baru-baru ini menyatakan bahwa Rusia tidak berencana untuk meninggalkan dolar Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini muncul meskipun sebelumnya Rusia telah berusaha untuk mengurangi ketergantungan pada dolar dalam perdagangan internasional.

Pada tanggal 7 November 2024, beberapa pengguna media sosial, termasuk akun terkenal seperti @BRICSinfo dan @RT_com, membagikan informasi bahwa Putin menegaskan Rusia akan tetap menggunakan dolar AS. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada kritik tentang penggunaan dolar sebagai alat politik, Putin tidak mendorong untuk menghentikan penggunaan dolar secara total.

Komentar Putin bisa diartikan sebagai langkah diplomatik. Beberapa pengamat politik berpendapat bahwa ini berkaitan dengan perubahan politik baru-baru ini di AS, termasuk pengaruh mantan Presiden Donald Trump. Banyak yang berspekulasi bahwa pernyataan ini bisa menjadi tanda adanya perbaikan atau penyesuaian dalam hubungan antara Rusia dan AS.

Berita dari Reuters dan outlet berita keuangan lainnya sebelumnya melaporkan bahwa Putin telah mengkritik penggunaan dolar sebagai alat sanksi oleh AS. Namun, ia juga menekankan bahwa Rusia tidak berencana untuk secara drastis meninggalkan dolar. Pernyataan terbaru ini menegaskan kembali sikap Rusia yang tidak ingin sepenuhnya meninggalkan dolar.

Media seperti Bloomberg dan Business Insider mengungkapkan tantangan dalam upaya Rusia untuk de-dolarisasi. Mereka menyoroti penggunaan dolar yang sudah mengakar dalam perdagangan global, yang sejalan dengan pendekatan hati-hati Putin terhadap perubahan besar dalam transaksi yang menggunakan dolar.

Selain itu, The Moscow Times dan The Economist mencatat strategi Putin untuk mengurangi ketergantungan pada dolar karena sanksi yang dikenakan kepada Rusia. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Rusia tetap menggunakan dolar sambil menjajaki alternatif dengan negara-negara BRICS untuk penyelesaian perdagangan menggunakan mata uang lokal.

Dengan demikian, sikap terbaru Putin mencerminkan pendekatan pragmatis. Rusia mempertahankan hubungan ekonomi dengan dolar AS sambil tetap mendorong lingkungan mata uang yang lebih beragam dalam perdagangan internasional, terutama di antara negara-negara BRICS. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada dorongan untuk alternatif, dominasi dolar di panggung global tetap signifikan.

library_books Konstituen