Tentara Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa mereka akan mengganti kendaraan tempur M2 Bradley dengan model baru yang disebut XM30 mulai tahun 2027. Proyek ini merupakan bagian dari program OMFV (Optionally Manned Fighting Vehicle) yang bernilai sekitar $45 miliar.
Untuk pengembangan prototipe XM30, Tentara AS memberikan dana masing-masing $800 juta kepada dua perusahaan, yaitu General Dynamics dan Rheinmetall. Program ini bertujuan untuk memproduksi sekitar 3.800 unit kendaraan baru ini.
XM30 diharapkan dapat mendefinisikan kembali kategori kendaraan tempur infanteri (IFV). Kendaraan ini akan dilengkapi dengan meriam 50x228 mm yang dapat dikendalikan dari jarak jauh, serta dilengkapi dengan sistem rudal anti-tank (ATGM) ganda. Selain itu, XM30 juga akan memiliki sensor canggih dan sistem kontrol tembakan yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI).
Dalam hal perlindungan, XM30 dirancang untuk memberikan tingkat perlindungan setara dengan tank utama (MBT) dan akan menggunakan drivetrain hibrida. Kendaraan ini akan memiliki dua awak, yaitu seorang pengemudi dan seorang komandan, serta mampu mengangkut tim infanteri yang terdiri dari enam orang. Kapasitas yang lebih kecil ini bertujuan agar XM30 tidak terlalu besar dan berat dibandingkan dengan Bradley.
XM30 juga akan beroperasi dengan versi masa depan dari tank M1 Abrams, dan kedua kendaraan ini akan dilindungi dengan baik dari ancaman sistem udara tak berawak (UAS).
Pada saat yang sama, Tentara Inggris juga diingatkan untuk mempertimbangkan untuk menjadi mitra program jika mereka ingin memiliki IFV baru. Mereka disarankan untuk melihat kendaraan mana yang akan memenangkan kompetisi ini dan memastikan bahwa kesepakatan pembelian mencakup pembangunan kendaraan tersebut di Inggris, dengan rantai pasokan lokal untuk mendukungnya.
Tentara AS XM30 M2 Bradley kendaraan tempur teknologi militer