Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Profesor Israel Ditangkap di London Karena Ucapan Pro-Palestina

London, 4 November 2024 – Profesor Haim Bresheeth, seorang akademisi asal Israel, ditangkap di London berdasarkan undang-undang anti-terorisme Inggris. Penangkapan ini terjadi setelah ia menyampaikan pidato di sebuah demonstrasi pro-Palestina yang menimbulkan kontroversi.

Profesor Bresheeth ditangkap di luar kediaman Duta Besar Israel untuk Inggris, Tzipi Hotovely. Ia dituduh melakukan "ucapan kebencian" berdasarkan Undang-Undang Terorisme 2000 setelah menyatakan bahwa "Israel tidak dapat menang melawan Hamas" dan mengkritik tindakan Israel di Gaza.

Bresheeth adalah anak dari penyintas Holocaust dan juga pendiri Jaringan Yahudi untuk Palestina. Ia berbicara di demonstrasi yang diselenggarakan oleh Jaringan Anti-Zionis Yahudi Internasional. Penangkapannya terjadi setelah ia menyarankan agar Duta Besar Hotovely dideportasi, yang dikenal dengan pandangannya yang kontroversial mendukung kebijakan ekspansif di Gaza.

Penangkapan ini memicu reaksi publik yang signifikan. Banyak pengguna media sosial, terutama di platform X (yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter), mengekspresikan kemarahan mereka. Mereka menganggap penangkapan ini sebagai pelanggaran terhadap kebebasan berbicara. Ironisnya, seorang profesor Yahudi ditangkap dengan undang-undang terorisme hanya karena mengkritik kekerasan kebijakan di Gaza.

Setelah ditangkap, Bresheeth dibebaskan tanpa dakwaan tetapi masih dalam penyelidikan. Insiden ini menjadi sorotan dalam berbagai laporan sebagai bagian dari tindakan keras yang lebih luas terhadap aktivisme pro-Palestina di Inggris. Ada kekhawatiran mengenai kebebasan berbicara dan penerapan undang-undang anti-terorisme.

Peristiwa ini dilihat dalam konteks meningkatnya pengawasan dan tindakan hukum terhadap aktivis pro-Palestina di negara-negara Barat. Penangkapan Bresheeth, terutama mengingat latar belakangnya dan isi pidatonya, dipandang sebagai contoh dari overreach oleh pihak berwenang dalam mengelola perbedaan pendapat mengenai isu ini.

Reaksi di media sosial menunjukkan campuran tanggapan. Beberapa pengguna membagikan berita penangkapan ini untuk mengkritik tindakan pemerintah yang dianggap menindas, sementara yang lain mungkin menggunakan peristiwa ini untuk menyoroti bias dalam penanganan protes dan ucapan terkait Israel dan Palestina. Namun, informasi di platform X juga menunjukkan bahwa berita ini bisa menjadi bagian dari narasi atau gerakan yang lebih luas, yang mungkin tidak selalu memberikan gambaran lengkap dan tidak bias tentang peristiwa tersebut.

library_books Konstituen