Polandia telah memulai pembangunan sistem pertahanan sepanjang 400 kilometer di perbatasan dengan Rusia dan Belarusia. Proyek ini, yang dikenal sebagai Tarcza Wschodnia dalam bahasa Polandia, diumumkan oleh Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, dan ditujukan untuk meningkatkan keamanan nasional Polandia.
Pembangunan "Eastern Shield" ini mencakup sekitar 800 kilometer dari parit, benteng pertahanan, ladang ranjau, dan rintangan anti-tank. Proyek ini akan memakan biaya sekitar 2,5 miliar dolar AS, atau lebih dari 10 miliar złoty Polandia. Pembangunan dijadwalkan berlangsung selama empat tahun, dengan target penyelesaian pada tahun 2028.
Inisiatif ini tidak hanya sebagai respons terhadap ancaman keamanan yang langsung, tetapi juga menunjukkan komitmen Polandia untuk memperkuat sayap timur NATO. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan tidak hanya bagi Polandia, tetapi juga untuk Eropa secara keseluruhan, dengan rencana untuk mencari pendanaan dari Uni Eropa karena implikasinya yang lebih luas untuk pertahanan perbatasan Eropa.
Walaupun merupakan inisiatif yang terutama berasal dari Polandia, ada niatan untuk bekerja sama dengan mitra NATO, khususnya negara-negara Baltik yang memiliki kekhawatiran keamanan yang sama terkait perbatasan mereka dengan Rusia.
Pengumuman dan langkah awal dari proyek Eastern Shield ini mendapat dukungan luas, terutama dalam konteks ketegangan geopolitik saat ini. Proyek ini menekankan pergeseran regional yang lebih besar menuju peningkatan pertahanan fisik di perbatasan, di tengah konflik dan tantangan keamanan yang sedang berlangsung di Eropa Timur.
Eastern Shield ini merupakan salah satu investasi paling signifikan dalam sejarah pasca-perang Polandia dalam hal infrastruktur pertahanan nasional. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan penghalang yang sulit ditembus terhadap ancaman potensial dari timur, sehingga memperkuat posisi keamanan Polandia dan aliansi NATO secara keseluruhan.
Polandia garis pertahanan Rusia Belarusia Tarcza Wschodnia