Beit Lahia, Gaza – Sebuah serangan udara oleh pasukan Israel di Beit Lahia, Gaza, telah menyebabkan tragedi besar dengan lebih dari 40 orang tewas, termasuk banyak wanita dan anak-anak. Serangan ini terjadi pada tanggal 26 Oktober 2024, dan menargetkan lima rumah penduduk yang dihuni oleh keluarga Al-Masri, Abu Shadq, dan Salman.
Menurut laporan, serangan ini mengakibatkan banyak korban jiwa dan puluhan orang terluka. Banyak dari mereka yang terluka tidak mendapatkan perawatan medis yang memadai, sehingga kondisi mereka semakin memburuk. Keluarga yang terjebak di bawah puing-puing rumah mereka berteriak meminta bantuan, namun hingga saat ini, tim medis tidak dapat mencapai lokasi akibat serangan yang terus berlanjut dan blokade yang ketat.
Ministry of Health Palestina menyebut kejadian ini sebagai "pembantaian yang mengerikan". Mereka menekankan bahwa serangan ini terjadi di daerah padat penduduk, di mana tidak ada bantuan kemanusiaan yang bisa menjangkau mereka yang terjebak. Upaya penyelamatan terhambat oleh tindakan pasukan Israel yang menghalangi tim medis untuk memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan.
Secara rinci, laporan terbaru menunjukkan bahwa serangan ini menyasar kawasan yang telah mengalami banyak serangan sebelumnya. Situasi ini semakin memburuk dengan tidak adanya tim ambulans atau pertahanan sipil yang mampu merespons akibat operasi militer yang sedang berlangsung. Hal ini menyebabkan banyak korban dibiarkan terjebak di bawah reruntuhan dan mereka yang terluka tidak bisa mendapatkan perawatan medis segera.
Serangan ini menunjukkan betapa parahnya kondisi di Gaza, di mana konflik berkepanjangan telah mengakibatkan banyak kehilangan nyawa dan kerusakan infrastruktur. Dengan tidak adanya akses terhadap bantuan kemanusiaan dan layanan darurat, banyak warga sipil yang terpaksa menderita di tengah kekacauan ini.
Para pemimpin dan organisasi kemanusiaan internasional mengutuk serangan tersebut dan menyerukan agar semua pihak menghormati hukum kemanusiaan internasional serta memberikan akses kepada tim medis untuk menyelamatkan nyawa yang terjebak.
Gaza Beit Lahia serangan Israel korban