Bilal Saleh, seorang petani Palestina berusia 40 tahun, tewas akibat tembakan yang dilakukan oleh seorang pemukim Israel pada 28 Oktober 2023. Insiden tersebut terjadi saat Saleh dan keluarganya sedang memanen zaitun di kebun milik keluarganya di desa al-Sawiya, dekat Nablus di Tepi Barat.
Menurut laporan, saat kejadian, Bilal Saleh bersama istri dan empat anaknya. Tembakan itu terjadi setelah terjadi konfrontasi antara sekelompok warga Palestina, termasuk Saleh, dengan warga sipil Israel di dekat pemukiman Rehelim. Seorang tentara IDF yang sedang tidak bertugas, yang kemudian diidentifikasi sebagai Shuvael Ben Natan, melepaskan tembakan yang mengenai dada Saleh, yang menyebabkan kematiannya.
Setelah penembakan, tentara tersebut ditangkap oleh IDF untuk diselidiki. Berbagai akun dan video beredar, dengan beberapa dari pihak pemukim mengklaim bahwa mereka bertindak untuk membela diri dari serangan lemparan batu, sementara laporan dari pihak Palestina dan beberapa video menunjukkan bahwa pemukim tidak berada dalam bahaya langsung pada saat penembakan.
Insiden ini merupakan bagian dari lonjakan kekerasan pemukim terhadap warga Palestina, terutama setelah serangan oleh Hamas pada 7 Oktober, yang memicu ketegangan dan tindakan balasan. Kekerasan pemukim sering kali terkait dengan perselisihan politik dan territorial yang lebih luas, di mana kegiatan panen zaitun, yang merupakan aktivitas budaya dan ekonomi penting bagi Palestina, sering kali menjadi titik konflik.
Penyelidikan dan Proses Hukum: Insiden ini menyebabkan kecaman internasional dan seruan untuk pertanggungjawaban. Tentara Shuvael Ben Natan sedang diselidiki, dan tindakannya menjadi bahan diskusi dalam narasi hukum dan publik. Namun, pada 25 Oktober 2024, dilaporkan bahwa keadilan telah ditegakkan, meskipun tidak melalui saluran hukum seperti yang diharapkan, tetapi melalui peristiwa di mana Shuvael Ben Natan sendiri dilaporkan tewas, menurut sebuah unggahan di X, meskipun rincian seputar tindakan keadilan ini tetap tidak jelas.
Peristiwa ini banyak diberitakan di media dan dibahas di platform seperti X, mencerminkan perpecahan tajam dalam sentimen publik. Narasi dari pihak Palestina menekankan sifat serangan yang tidak terprovokasi selama kegiatan pertanian yang damai, sementara narasi dari pihak pemukim dan pendukung mereka membingkai insiden ini dalam konteks pembelaan diri atau dinamika konflik yang lebih luas.
Insiden ini menyoroti ketegangan yang terus berlanjut antara pemukim Israel dan warga Palestina di Tepi Barat, di mana bahkan kegiatan pertanian rutin seperti panen zaitun dapat berubah menjadi konfrontasi mematikan, mencerminkan isu-isu geopolitik dan kemanusiaan yang lebih dalam di wilayah tersebut.
Bilal Saleh penembakan Palestina pemukim Israel ketegangan Tepi Barat