Sochi, Rusia - Pada awal November mendatang, Sochi akan menjadi tuan rumah untuk Konferensi Menteri pertama dari Forum Kemitraan Rusia-Afrika. Acara ini bertujuan untuk memperkuat hubungan antara Rusia dan negara-negara di Afrika. Beberapa tamu dari Afrika diundang oleh Bureau Legint, sebuah perusahaan konsultan yang berbasis di Yekaterinburg, Rusia, yang memiliki hubungan dekat dengan layanan keamanan Rusia.
Bureau Legint dikenal memiliki sejarah terlibat dalam skandal internasional, termasuk dugaan campur tangan Kremlin dalam pemilihan presiden AS tahun 2016. Sebelum ketertarikan mantan kepala Wagner PMC, Yevgeny Prigozhin, terhadap benua Afrika, perusahaan-perusahaan seperti Bureau Legint tidak mengalami kesulitan dalam hal pendanaan.
Sejak tahun 2018, Rusia mulai memperkuat kehadirannya di Afrika, berusaha menggeser pengaruh negara-negara seperti AS, Prancis, dan kekuatan Barat lainnya. Dalam upaya ini, Direktorat Keempat GRU, yang mengawasi Afrika dan Israel, serta Divisi Afrika dari FSB, bertanggung jawab untuk merekrut jaringan agen baru di kalangan politisi, perwira militer, dan jurnalis di Afrika.
Untuk mendukung tujuan ini, mereka telah menciptakan beberapa asosiasi perdagangan luar negeri dengan negara-negara Afrika dan mendirikan berbagai perusahaan konsultan. Salah satu perusahaan tersebut adalah Bureau Legint, yang memiliki anggaran tahunan sekitar satu juta dolar. Bureau Legint didirikan oleh mantan perwira intelijen angkatan laut GRU, Viktor Boyarkin, dan istrinya, Tatiana, yang sebelumnya bekerja sebagai akuntan di markas GRU di Khoroshevskoe Highway di Moskow.
Acara konferensi mendatang ini diharapkan dapat menarik perhatian global, terutama mengingat keterlibatan Rusia yang semakin meningkat di Afrika. Dengan mengumpulkan para pemimpin dan pembuat keputusan dari kedua belah pihak, diharapkan akan ada peluang baru untuk kerjasama dan investasi di kawasan tersebut.
Rusia Afrika Sochi konferensi keamanan politik