Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Hacker Cina Akses Jaringan Penyedia Internet AS

Hacker Cina Berhasil Akses Jaringan Penyedia Internet AS

Pada hari Sabtu, surat kabar Wall Street Journal melaporkan bahwa hacker dari Cina telah berhasil mengakses jaringan penyedia internet di Amerika Serikat, termasuk perusahaan besar seperti Verizon Communications, AT&T, dan Lumen Technologies. Para hacker ini berhasil mendapatkan informasi dari sistem yang digunakan oleh pemerintah federal untuk penyadapan yang sah melalui perintah pengadilan.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa para hacker mungkin telah memiliki akses selama berbulan-bulan ke infrastruktur jaringan yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan tersebut untuk memenuhi permintaan data komunikasi yang sah dari pengadilan. Selain itu, hacker juga dikatakan telah mengakses informasi lain yang berkaitan dengan lalu lintas internet.

Menanggapi laporan ini, Kementerian Luar Negeri Cina menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui tentang serangan yang dijelaskan dalam laporan tersebut. Mereka juga menuduh Amerika Serikat telah "menciptakan narasi palsu" untuk menuduh Cina. Kementerian tersebut menyatakan, "Pada saat ketika keamanan siber menjadi tantangan umum bagi semua negara di dunia, pendekatan yang salah ini hanya akan menghambat upaya komunitas internasional untuk menghadapi tantangan ini melalui dialog dan kerja sama."

Beijing sebelumnya telah membantah tuduhan dari pemerintah AS dan pihak lain yang menyatakan bahwa mereka menggunakan hacker untuk membobol sistem komputer asing.

Perusahaan Lumen Technologies menolak untuk memberikan komentar, sementara Verizon dan AT&T belum memberikan tanggapan segera terhadap permintaan komentar.

Wall Street Journal melaporkan bahwa serangan ini dilakukan oleh kelompok hacker Cina yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi intelijen. Para penyelidik di AS telah menamai kelompok ini "Salt Typhoon."

Sebelumnya, penegak hukum AS juga telah menggagalkan kelompok hacker besar asal Cina yang dijuluki "Flax Typhoon," beberapa bulan setelah mereka menghadapi Beijing terkait dengan spionase siber besar-besaran yang dinamakan "Volt Typhoon."

Kementerian Luar Negeri Cina dalam pernyataannya menyatakan bahwa agensi keamanan siber Beijing telah menemukan dan menerbitkan bukti yang menunjukkan bahwa Volt Typhoon adalah hasil dari "sebuah organisasi ransomware internasional."

Serangan ini menunjukkan betapa pentingnya keamanan siber dan bagaimana ancaman dari hacker bisa berdampak pada banyak negara. Keamanan siber adalah tantangan yang harus dihadapi bersama oleh seluruh dunia.

library_books Konstituen