Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, sedang menghadapi gelombang kritik setelah pertemuannya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Banyak orang merasa kecewa dan marah atas keputusan Guterres untuk bertemu Putin, terutama setelah ia menolak undangan untuk hadir dalam pertemuan perdamaian yang diadakan oleh Ukraina.
Kritikus berpendapat bahwa tindakan Guterres ini dapat melemahkan prinsip-prinsip PBB. Mereka menyoroti bahwa pertemuan tersebut terjadi di tengah konflik berkepanjangan dan masalah hukum internasional yang berkaitan dengan tindakan Rusia di Ukraina. Di media sosial, terutama di platform X (sebelumnya Twitter), banyak pengguna yang menyerukan agar Guterres mengundurkan diri dengan menggunakan tagar #GuterresOut.
Beberapa pengguna mengungkapkan kekecewaan mereka dan mengklaim bahwa Guterres telah merusak integritas dan ketidakberpihakan PBB dengan cara yang tidak sesuai. Ada juga anggapan bahwa dengan bertemu Putin, Guterres memberikan legitimasi pada posisi Rusia dalam konflik internasional, terutama di Ukraina. Putin sendiri dianggap oleh banyak pihak sebagai "penjahat perang" karena tindakan yang telah menyebabkan kecaman internasional.
Diskusi yang lebih luas juga muncul mengenai kredibilitas PBB di bawah kepemimpinan Guterres. Banyak komentator di media sosial menilai bahwa PBB tampak tidak efektif atau bahkan berpihak, yang dapat mengakibatkan hilangnya kepercayaan terhadap kemampuan organisasi ini untuk bertindak sebagai mediator yang netral dalam konflik global.
Sentimen di platform X bervariasi dari rasa kecewa terhadap pilihan diplomatik Guterres hingga tuntutan terang-terangan untuk pengunduran dirinya. Ini mencerminkan frustrasi sebagian publik terhadap apa yang mereka anggap sebagai kegagalan dalam menegakkan piagam dan prinsip-prinsip PBB.
Situasi ini mencerminkan perdebatan lebih luas tentang diplomasi internasional dan peran PBB dalam konflik global. Meskipun sentimen ini kuat di media sosial, mereka mewakili salah satu bagian dari diskursus global, menunjukkan ketidakpuasan yang signifikan meskipun tidak mencerminkan pandangan yang sepenuhnya universal.
Guterres PBB Putin kritik pertemuan Ukraina