Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Popularitas Aplikasi AI untuk Menghapus Pakaian di Foto Meningkat

Jakarta, 25 Oktober 2024 – Popularitas aplikasi dan situs web yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menghapus pakaian wanita dalam foto meningkat pesat. Menurut penelitian dari perusahaan analisis jaringan sosial, Graphika, 24 juta orang mengunjungi situs web penghapus pakaian hanya dalam bulan September 2024.

Banyak layanan "nudify" ini memanfaatkan media sosial untuk pemasaran. Sejak awal tahun ini, jumlah tautan yang mengiklankan aplikasi penghapus pakaian meningkat lebih dari 2.400% di media sosial, termasuk di platform X dan Reddit. Layanan ini menggunakan AI untuk menciptakan gambar seolah-olah orang tersebut telanjang, dan sebagian besar hanya berfungsi untuk wanita.

Aplikasi ini merupakan bagian dari tren yang mengkhawatirkan mengenai pornografi tanpa persetujuan, yang dikembangkan dan disebarkan akibat kemajuan dalam teknologi AI. Fenomena ini dikenal sebagai pornografi deepfake, di mana media yang dibuat sering kali diambil dari media sosial dan disebarluaskan tanpa persetujuan, kontrol, atau pengetahuan subjek.

Grafika juga mencatat bahwa peningkatan popularitas ini bertepatan dengan peluncuran beberapa model difusi sumber terbuka, yang merupakan kecerdasan buatan yang mampu menciptakan gambar dengan kualitas jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu. Karena bersifat sumber terbuka, para pengembang aplikasi dapat mengakses model ini secara gratis.

"Anda dapat menciptakan sesuatu yang terlihat realistis," kata Santiago Lakatos, seorang analis di Graphika. Ia mencatat bahwa deepfake sebelumnya sering kali tampak buram.

Tindakan ini menimbulkan tantangan hukum dan etika yang serius. Banyak orang berpendapat bahwa penggunaan teknologi ini harus diatur untuk melindungi privasi individu, terutama bagi wanita yang menjadi target utama dari aplikasi tersebut.

Dalam era digital saat ini, perhatian terhadap privasi dan hak asasi manusia semakin penting. Oleh karena itu, penting bagi semua orang untuk memahami dampak dari teknologi ini dan berkontribusi pada diskusi yang lebih besar tentang penggunaan etis dari kecerdasan buatan.

library_books Konstituen