Kecerdasan buatan (AI) kini menjadi salah satu alat penting dalam meningkatkan kemampuan angkatan bersenjata di seluruh dunia, termasuk Singapura. Menurut Ravinder Singh, yang menjabat sebagai Chief Operating Officer (Teknologi & Inovasi) dan Presiden di ST Engineering, teknologi ini dapat meningkatkan berbagai aspek dari pengawasan hingga efektivitas tempur.
ST Engineering adalah sebuah grup teknologi, pertahanan, dan rekayasa yang berpusat di Singapura. Pengalaman panjang perusahaan ini di kota tersebut memberikan wawasan yang penting tentang peluang yang ditawarkan oleh AI, serta bahaya jika tertinggal dalam perkembangan teknologi.
Ravinder menjelaskan, "Karena Singapura adalah negara kecil dengan sumber daya yang terbatas, termasuk tenaga kerja untuk angkatan bersenjata, memanfaatkan teknologi seperti AI sangatlah penting. AI memungkinkan angkatan bersenjata kita untuk melakukan lebih banyak hal dengan sumber daya yang lebih sedikit, mengalihkan pekerjaan yang tidak bernilai, meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan meningkatkan keselamatan para prajurit kita." Dia menambahkan bahwa AI meningkatkan efektivitas tempur dan merupakan pengganda kekuatan yang sejati.
Menurut ST Engineering, filosofi mereka adalah bahwa AI seharusnya memperkuat, bukan menggantikan, kinerja manusia. Dalam lingkungan pertahanan yang berteknologi tinggi dan menuntut, AI menjadi alat penting untuk meningkatkan kemampuan manusia.
"AI membantu proses pengambilan keputusan di mana kecepatan dan akurasi sangat penting. Integrasi AI ini membantu militer beradaptasi dengan tuntutan pertempuran modern yang terus berkembang dan mempertahankan keunggulan strategis," tambah Ravinder.
Dengan otomatisasi tugas-tugas rutin, personel militer dapat fokus pada prioritas dan peristiwa yang lebih kritis, yang pada gilirannya mengurangi beban kerja dan meningkatkan efisiensi. Sebagai contoh, dalam bidang pengawasan pantai, AI dapat menangani pengenalan objek awal, hanya memberi tahu operator tentang kontak yang tidak dikenal atau mencurigakan. Hal ini memungkinkan angkatan laut untuk memantau area yang lebih luas secara lebih efektif.
"Pada akhirnya, AI membantu personel dalam pengambilan keputusan, memanfaatkan kemampuan pemrosesan datanya, sementara manusia memberikan penilaian yang lebih halus yang diperlukan dalam situasi kompleks," tutup Ravinder.
kecerdasan buatan militer Singapura ST Engineering teknologi