Pada hari Rabu, 2 Oktober 2024, Koalisi Militer Islam untuk Melawan Terorisme (IMCTC) mengadakan simposium ilmiah dengan judul "Prospek Masa Depan untuk Mengatasi Terorisme Melalui Teknologi Digital" di markas besarnya di Riyadh. Acara ini dihadiri oleh Para Pangeran, Pejabat Tinggi, para ilmuwan, peneliti, dan pakar media dari negara-negara anggota IMCTC, serta mitra dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi internasional yang peduli terhadap penanggulangan terorisme.
Sekretaris Jenderal IMCTC, Jenderal Mayor Mohammed bin Saeed Al-Moghedi, membuka acara tersebut dengan menyampaikan sambutan yang menyambut para pembicara tamu dan mengungkapkan apresiasinya atas kontribusi mereka dalam simposium ini.
Kemudian, Mr. Mauro Miedico, Direktur Pusat Penanggulangan Terorisme Perserikatan Bangsa-Bangsa, memberikan pidato yang menekankan pentingnya kemitraan strategis antara IMCTC dan UNCCT. Ia juga menyoroti peran penting kerja sama dalam melawan terorisme dan mencegah ekstremisme. Miedico menjelaskan bahwa kerja kolektif sangat dibutuhkan untuk mengatasi terorisme dan faktor-faktor yang dapat memfasilitasi ekstremisme.
Simposium tersebut membahas empat tema utama: ideologi, komunikasi, pembiayaan terorisme, dan militer. Dr. Yusuf bin Mohammed bin Saeed memoderatori sesi ideologi, dengan kontribusi dari Mr. Peter Knoope dari Belanda dan Prof. Dr. Abdulrahman bin Mohammed Asiri dari Arab Saudi. Sesi ini membahas kesadaran pencegahan, perkembangan dalam ideologi teroris, masa depan rekrutmen online oleh organisasi teroris, dan cara untuk mengatasi tantangan tersebut.
Sesi komunikasi dimoderatori oleh HH Pangeran Dr. Moudhy Al Saud, di mana Dr. Faleh Alrowaili dan Dr. Abdulaziz Al-Milhem menyampaikan presentasi. Sesi ini menyimpulkan bahwa perlu dilakukan upaya untuk menghadapi penyebaran media kelompok ekstremis, memprediksi teknik media teroris di masa depan, dan merumuskan metode untuk menanggulanginya.
Sesi ketiga membahas prospek masa depan dalam pembiayaan terorisme. Dr. Saad Al-Shahrani menjadi moderator dengan kontribusi dari Prof. Dr. Hamed Al-Said dan Dr. Alaeldin Elgizuli. Sesi ini mendalami teknik-teknik masa depan dalam pembiayaan terorisme, mekanisme untuk menghadapinya, upaya untuk mengidentifikasi sumber pembiayaan terorisme, regulasi terkait pembiayaan digital, dan peran yang saling melengkapi dari lembaga yang bertugas melawan pembiayaan terorisme.
Simposium ditutup dengan sesi keempat yang berfokus pada prospek penanggulangan terorisme dari perspektif keamanan dan militer. Sesi ini dimoderatori oleh Jenderal Mayor Dr. Ali Alduaij, Direktur Jenderal Sekolah Keamanan King Fahd, dengan kontribusi dari Dr. Hisham Khraisat dan Dr. Mohd Rusli dari Malaysia. Diskusi ini mengelilingi kolaborasi antara negara-negara anggota dan negara pendukung melalui pertukaran informasi dan keahlian keamanan dan militer, menyoroti pentingnya upaya internasional dalam menghadapi terorisme dari sudut pandang keamanan dan militer.
IMCTC terorisme teknologi digital simposium Riyadh