Jakarta, 20 Oktober 2024 – Pidato perdana Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia pada hari ini menjadi sorotan publik. Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan beberapa poin penting yang langsung menarik perhatian netizen, termasuk kritik terhadap kondisi masyarakat yang masih banyak hidup dalam kemiskinan meskipun Indonesia berhasil menjadi bagian dari G20.
Hendri Satrio, seorang pengamat politik, mengungkapkan pendapatnya melalui cuitan di Twitter. Ia menulis, "Hilang sudah prestasi pencitraan 10 tahun dihapus pidato Prabowo 1 jam aja…" Menurutnya, pernyataan Prabowo yang membanggakan pencapaian ekonomi Indonesia ke posisi ke-16 terbesar di dunia justru berlawanan dengan kenyataan bahwa banyak rakyat yang masih hidup dalam kemiskinan.
Dalam pidato tersebut, Prabowo menegaskan, "Kita bekerja itu bukan untuk diri kita sendiri, bukan untuk kerabat kita, tapi harus untuk kepentingan rakyat." Ini menunjukkan komitmennya untuk memprioritaskan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Prabowo juga menyatakan dukungannya terhadap kemerdekaan rakyat Palestina. Ia mengatakan, "Kita harus berani mengakui terlalu banyak kebocoran-kebocoran, kolusi di antara pejabat politik-pejabat pemerintahan di semua tingkatan dengan pengusaha-pengusaha yang nakal dan tidak patriotik." Pernyataan ini menandakan adanya kesadaran akan tantangan yang dihadapi pemerintahan, termasuk masalah korupsi dan kolusi.
Sebelum pidato ini, Hendri Satrio juga menyatakan optimisme terhadap Prabowo di media sosial, dengan menyebutnya sebagai presiden yang gemar membaca buku-buku baik dan berkualitas. Hal ini menunjukkan harapannya agar Prabowo dapat mengambil keputusan yang bijak dan sesuai untuk kemajuan bangsa.
Pidato ini tentunya akan terus menjadi bahan pembicaraan di kalangan masyarakat dan netizen. Apakah Prabowo dapat memenuhi ekspektasi rakyat dan membawa perubahan positif bagi Indonesia? Hanya waktu yang akan menjawab.
Prabowo pidato presiden kritik G20 rakyat Palestina