Yahya Sinwar, pemimpin Hamas, dilaporkan tewas akibat serangan militer Israel di Gaza selatan. Menurut laporan otopsi, ia meninggal dunia karena luka tembak di kepala. Sinwar, yang menjabat sebagai ketua politbiro kelompok Palestina tersebut, tewas dalam operasi yang tidak direncanakan oleh pasukan Israel.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menemukan tubuh yang mirip dengan Sinwar setelah melakukan pemindaian di area Tel al-Sultan, Rafah. Sebelum diserang oleh tank Israel, Sinwar menggunakan satu-satunya lengan yang tersisa untuk membuat tourniquet dari kawat besi dan terus melawan pada jarak dekat.
Dalam kondisi tertutup debu dan puing-puing, kehilangan jari penarik dan lengan yang terikat dengan tourniquet, Sinwar menunjukkan keberanian yang luar biasa. Ia berjuang hingga akhir untuk teman-temannya, melawan kekuatan yang lebih besar dengan melemparkan proyektil ke arah pesawat drone yang menandainya untuk diserang.
Dokter yang menangani otopsi, Dr. Chen Kugel, menjelaskan bahwa Sinwar sebelumnya terkena ledakan peluru kecil atau peluru tank di lengannya, yang menyebabkan pendarahan. Ia berusaha menghentikan pendarahan tersebut dengan menggunakan kabel listrik sebagai tourniquet sementara. Namun, menurut dokter, upayanya tidak berhasil karena tourniquet itu tidak cukup kuat dan lengan bawahnya mengalami cedera parah.
Pasukan Israel yang mencari Sinwar selama berbulan-bulan, akhirnya menemukan dan mengidentifikasinya setelah membandingkan profil DNA. Mereka memotong jarinya untuk konfirmasi DNA dan mencocokkannya dengan profil yang ada dari masa penahanannya di penjara Israel selama dua dekade, hingga ia dibebaskan dalam pertukaran tahanan pada tahun 2011.
Pada hari yang sama, IDF merilis rekaman video yang mengklaim menangkap momen terakhir Sinwar. Dalam video tersebut, terlihat Sinwar yang terluka parah duduk di sofa di sebuah apartemen di Gaza yang hancur akibat serangan Israel. Dia berusaha melemparkan sepotong kayu ke arah drone yang mendekatinya untuk menghindari deteksi. Namun, beberapa saat kemudian, serangan lainnya membuat bangunan tempatnya berada runtuh, yang mengakibatkan kematiannya dan dua pejuang lainnya.
Berbeda dengan pemimpin Hamas lainnya yang dilacak dan dibunuh oleh Israel, operasi yang mengakibatkan kematian Sinwar ini tidak direncanakan sebelumnya. Meskipun pasukan intelijen Israel telah berhasil membatasi area operasinya, Sinwar tetap menjadi target utama.
Yahya Sinwar Hamas Israel Gaza serangan tewas