Jakarta - Dalam dua tahun terakhir, Indonesia mengalami perlambatan ekonomi global yang menyebabkan banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor. Kelas menengah di Indonesia diperkirakan akan menghadapi penurunan pendapatan lebih lanjut pada tahun 2025.
Menurut Teuku Riefky, penulis studi dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM-UI), industri dan sektor manufaktur saat ini tidak produktif. Riefky menyatakan, "Dalam dua tahun terakhir, telah terjadi banyak PHK massal karena industri kita tidak produktif saat ini."
Riefky juga menekankan bahwa belum ada program khusus yang dapat membantu kelas menengah di Indonesia. "Isu yang paling mendesak saat ini untuk kelas menengah adalah kita belum melihat program spesifik yang dapat menargetkan arah tersebut," tambahnya.
Pemerintah Indonesia berencana untuk meningkatkan pajak pertambahan nilai (PPN) dari 10% menjadi 12% mulai 1 Januari 2025. Selain itu, ada rencana untuk menaikkan harga bahan bakar dan energi, serta premi kesehatan bulanan yang akan berdampak pada jutaan orang yang bergantung pada transportasi umum setiap harinya.
Asri, seorang warga di Klaten, Jawa Tengah, mengungkapkan bahwa aktivitas baru untuk dirinya dan anak-anaknya dapat menjadi beban finansial tambahan. "Tidak masalah membayar asuransi kesehatan, tetapi jika itu meningkat, kami harus mengurangi pengeluaran di tempat lain. Anggaran makanan akan menjadi pilihan terakhir," ujarnya.
Terjebak dalam Kelas Menengah?
Bhima Yudhistira, direktur Pusat Studi Ekonomi dan Hukum (Celios), mengatakan bahwa pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) tahunan Indonesia diperkirakan akan berada di bawah 5%. Proyeksi ini sejalan dengan laporan LPEM-UI untuk tahun 2024.
Meski begitu, Indonesia memiliki cita-cita ambisius untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi pada tahun 2045. Bhima memperingatkan, "Dalam jangka panjang, Indonesia bisa terjebak dalam perangkap kelas menengah. Akan sulit untuk menjadi negara maju karena jumlah individu kelas menengah terus menurun, yang mengarah pada peningkatan jumlah orang miskin baru."
PHK ekonomi Indonesia kelas menengah pajak inflasi