Paul Pogba, mantan pemain bintang Manchester United, baru-baru ini merenungkan perjalanan kariernya di klub tersebut. Ia berbagi cerita tentang masa-masa di Old Trafford dan tantangan yang dihadapi setelah meninggalkan klub.
Pogba kembali ke Manchester United pada tahun 2016 setelah sebelumnya bermain di Juventus. Ia kembali dengan biaya transfer yang memecahkan rekor dunia pada saat itu. Selama dua tahun pertamanya di klub, ia mencapai beberapa kesuksesan, termasuk meraih Carabao Cup dan FA Cup di musim pertama. Ia juga mendapatkan penghargaan individu dengan masuk dalam PFA Premier League Team of the Year pada tahun 2018/19. Meskipun begitu, kinerjanya di Manchester United sering kali tidak sesuai harapan, sehingga banyak penggemar yang berharap ia bisa memberikan performa yang lebih konsisten.
Di akhir musim 2018/19, Pogba mengungkapkan keinginannya untuk meninggalkan klub. Ia menyatakan bahwa musim tersebut adalah yang terbaik dalam kariernya di United. Pogba menyampaikan keinginannya untuk pergi kepada manajer saat itu, Ole Gunnar Solskjaer, dan eksekutif klub, Ed Woodward. Namun, meskipun hatinya tidak ingin kembali, Pogba tetap profesional dan menghadiri latihan pra-musim. Keinginannya untuk pindah terhalang oleh Ed Woodward, sehingga ia tetap berada di United hingga kontraknya berakhir pada tahun 2022.
Setelah meninggalkan Manchester United, Pogba kembali ke Juventus pada tahun 2022. Namun, kariernya di sana tidak berjalan mulus karena ia terlibat dalam kasus doping setelah dinyatakan positif menggunakan dehydroepiandrosterone (DHEA). Awalnya, ia dijatuhi larangan bermain selama empat tahun, tetapi kemudian hukumannya dikurangi menjadi 18 bulan oleh Court of Arbitration for Sport, yang menyatakan bahwa konsumsi zat tersebut tidak disengaja. Pogba kini mempersiapkan diri untuk kembali ke sepak bola kompetitif pada Maret 2025.
Pogba juga menekankan bahwa ia tidak pernah berniat untuk curang dan mengakui tanggung jawab atas hasil tes doping yang gagal. Meskipun mengalami rintangan besar ini, ia tetap optimis dan bertekad untuk kembali lebih kuat, bahkan memikirkan kemungkinan untuk kembali memperkuat tim nasional Prancis.
Pengalaman pahit akibat larangan doping ini telah mengubah pandangan Pogba terhadap sepak bola. Ia kini lebih menghargai permainan yang sempat diambil darinya. Pogba berharap untuk kembali ke lapangan dengan semangat baru dan rasa syukur yang lebih dalam terhadap olahraga yang dicintainya.
Refleksi Pogba ini memberikan gambaran mengenai perjalanan profesionalnya, tantangan yang dihadapi di Manchester United, dan sikapnya saat ini terhadap kariernya setelah skandal doping.
Paul Pogba Manchester United doping Juventus karier