Pada tanggal 13 Oktober 2024, informasi terbaru menunjukkan bahwa Hezbollah telah meningkatkan aksi militernya terhadap Israel secara signifikan. Dalam serangan terbaru, Hezbollah meluncurkan lebih dari 200 roket dan drone ke wilayah utara Israel. Serangan ini terjadi sebagai respons atas tewasnya salah satu komandan senior mereka, Mohammed Nimah Nasser, yang dibunuh oleh Israel.
Insiden ini merupakan bagian dari eskalasi yang lebih luas, di mana Hezbollah juga menembakkan lebih dari 300 roket dan menggunakan drone untuk menyerang daerah-daerah dekat Tel Aviv. Ini menandai salah satu aksi militer terbesar Hezbollah terhadap Israel dalam waktu dekat.
Akibat serangan ini, terdapat korban jiwa di kedua belah pihak. Israel melaporkan bahwa setidaknya satu petugas mereka tewas, sementara Hezbollah mengumumkan kematian beberapa pejuangnya. Selain itu, terdapat juga laporan tentang korban sipil, dan kerusakan yang terjadi di daerah seperti Herzliya dan sekitar Tel Aviv.
Hezbollah telah memperkenalkan taktik baru dalam serangannya, termasuk penggunaan drone yang mampu melancarkan serangan rudal di dalam wilayah Israel. Ini menunjukkan peningkatan dalam kecanggihan persenjataan mereka. Salah satu contoh adalah serangan drone di Tel Aviv, yang merupakan bagian dari ofensif lebih luas yang melibatkan ratusan rudal.
Situasi ini menambah ketegangan di kawasan tersebut dan menjadi perhatian dunia internasional. Warga sipil di daerah yang terkena dampak serangan ini juga merasakan dampak dari konflik yang terus berlanjut.
Hezbollah Israel roket drone serangan