Riyadh, Arab Saudi – Hingga 13 Oktober 2024, Arab Saudi dan Qatar telah memulai upaya bantuan yang signifikan untuk membantu Lebanon yang terdampak konflik. Kedua negara ini berkomitmen untuk memberikan dukungan kemanusiaan dalam bentuk bantuan medis, makanan, dan kebutuhan dasar lainnya.
Qatar telah meluncurkan operasi "jembatan udara" untuk mengangkut bantuan ke Lebanon. Inisiatif ini dimulai dengan keterlibatan langsung Menteri Negara Qatar untuk Kerjasama Internasional, Lolwah Al-Khater, yang mengawasi distribusi bantuan dari Beirut. Bantuan yang diberikan bertujuan untuk menutupi kekurangan yang terjadi akibat konflik yang sedang berlangsung, yang telah menyebabkan banyak korban jiwa dan pengungsi. Operasi Qatar mencakup beberapa penerbangan, dengan rencana mengirim sepuluh pesawat C-17 yang penuh dengan pasokan dalam waktu sebulan. Bantuan tersebut telah diterima oleh pejabat Lebanon, menunjukkan adanya upaya koordinasi untuk mengelola operasi bantuan ini.
Sementara itu, Arab Saudi juga telah mengirimkan lebih dari 40 ton bantuan medis, bantuan darurat, dan bahan perlindungan ke Lebanon. Ini merupakan bagian dari pengiriman bantuan udara pertama Saudi, yang diperintahkan oleh Penjaga Dua Masjid Suci dan Putra Mahkota, menandai dimulainya serangkaian pengiriman bantuan yang diharapkan akan berlanjut. Tindakan ini menunjukkan dukungan Arab Saudi bagi rakyat Lebanon di masa-masa kritis ini.
Selain itu, pesawat militer Prancis dan Qatar telah mengantarkan 27 ton obat-obatan dan kebutuhan dasar ke Lebanon, seperti yang dilaporkan oleh Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot.
Tindakan bersama dari Arab Saudi dan Qatar, bersama dengan negara-negara lain seperti Prancis, menunjukkan adanya upaya multinasional untuk menstabilkan dan membantu Lebanon. Upaya ini tidak hanya mencakup bantuan kemanusiaan langsung tetapi juga upaya diplomatik untuk mendorong intervensi kemanusiaan yang lebih luas dan gencatan senjata di wilayah tersebut.
bantuan Lebanon Saudi Arabia Qatar konflik