Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena pembuatan foto tidak senonoh secara tidak sah semakin menjadi perhatian. Dengan adanya kecanggihan teknologi kecerdasan buatan (AI), kini hal ini menjadi lebih mudah dilakukan, bahkan oleh remaja yang masih bersekolah. Menurut survei yang dilakukan oleh organisasi nirlaba Thorn di Amerika Serikat, satu dari sepuluh anak di bawah umur mengetahui teman-teman mereka yang telah membuat foto tidak senonoh palsu menggunakan teknologi deepfake.
Meskipun upaya besar dari perusahaan teknologi untuk membatasi akses ke aplikasi dan alat ini sudah dilakukan, hasilnya belum memuaskan. Misalnya, TikTok dan Meta telah memblokir kata kunci "undress" untuk mengurangi akses ke layanan tersebut. Google juga telah menghapus beberapa iklan yang berkaitan dengan alat serupa.
Namun, di aplikasi Telegram, yang dikenal sebagai tempat berkumpulnya berbagai informasi dan aktivitas ilegal, aplikasi "nudify" justru semakin berkembang. Menurut Telemetrio, sebuah platform analisis dan mesin pencari Telegram, kata kunci "undress" digunakan lebih dari 2.800 kali hanya di India antara tanggal 30 Agustus dan 5 September.
Ratusan saluran di Telegram menawarkan layanan "undressing" yang memungkinkan pengguna untuk mengubah ukuran dan bentuk bagian tubuh perempuan. Beberapa saluran bahkan memberi petunjuk tentang cara menggunakan alat tersebut, termasuk cara mengambil foto orang yang tidak curiga di tempat umum dan kemudian "nudify" mereka.
Salah satu iklan yang mengganggu dari alat tersebut mendorong pengguna untuk tidak membuang waktu untuk mengesankan seorang gadis, tetapi sebaliknya, menggunakan layanan mereka untuk "menelanjangi" gambar gadis tersebut. Saluran-saluran ini juga sering memposting gambar artis terkenal, mendorong penggemar untuk "menelanjangi" mereka. Kasus yang paling terkenal adalah ketika grup musik JKT48 menjadi korban dari fenomena ini, serta skandal foto tidak senonoh yang melibatkan penyanyi pop dunia, Taylor Swift, yang dihasilkan oleh AI.
Banyak saluran menawarkan layanan ini dengan model freemium: pengguna mendapatkan kredit gratis terlebih dahulu, sebelum dikenakan biaya. Biaya untuk paket "undressing" berkisar antara Rp 199 hingga Rp 19.999. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya dampak dari penggunaan teknologi yang tidak bertanggung jawab ini, terutama bagi anak-anak dan remaja.
nude AI Telegram remaja bahaya