Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Ibu Terluka Hati Dihukum Penjara Karena Membakar Pelaku Pemerkosaan

Seorang ibu bernama Maria del Carmen Garcia menerima hukuman penjara setelah membakar pelaku pemerkosaan putrinya, Antonio Cosme. Peristiwa ini terjadi setelah Antonio dibebaskan dari penjara. Maria tidak dapat menahan kemarahan dan kesedihannya saat melihat pelaku yang telah merusak hidup putrinya, Veronica.

Veronica, yang saat itu baru berusia 13 tahun, menjadi korban pemerkosaan oleh Antonio pada tahun 1998. Antonio awalnya dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara, tetapi setelah dibebaskan, dia dengan berani menemui Maria di sebuah halte bus.

Di depan Maria, Antonio bahkan bertanya tentang keadaan Veronica, yang semakin membuat Maria marah. Dalam keadaan emosional, Maria membeli bahan bakar dari pom bensin terdekat dan melangkah ke sebuah bar tempat Antonio berada. Dia menyiramkan bahan bakar kepada Antonio dan membakarnya. Antonio menderita luka bakar parah dan meninggal dunia beberapa hari kemudian di rumah sakit.

Setelah kejadian tersebut, Maria ditemukan dalam keadaan bingung di area pelabuhan dan mengakui perbuatannya. Dia mengatakan bahwa niatnya bukan untuk membunuh, melainkan untuk memberikan rasa sakit yang sedikit mirip dengan yang dirasakan putrinya.

Awalnya, Maria dijatuhi hukuman sembilan setengah tahun penjara, namun setelah melakukan banding, hukumannya dipangkas menjadi lima setengah tahun. Keputusan ini memicu protes publik yang besar, dengan banyak orang mendukung Maria dan meminta agar dia tidak dipenjara.

Kasus ini menarik perhatian publik dan banyak petisi yang ditandatangani untuk mendukung Maria, terutama setelah terungkap bahwa dia menderita depresi berat dan kecemasan. Berbagai upaya untuk membebaskannya dilakukan, termasuk permohonan untuk mendapatkan pengampunan.

Pada tahun 2011, setelah menjalani satu tahun sepuluh hari di penjara, pengadilan menangguhkan hukumannya sambil menunggu aplikasi pengampunan. Mereka mengakui adanya 'keadaan khusus' seperti catatan kriminalnya yang bersih dan alasan gangguan jiwa saat kejadian.

Namun, kebebasan Maria tidak bertahan lama. Pada tahun 2013, dia kembali ditangkap setelah pengadilan menolak permohonan penundaan hukuman. Meski begitu, pada tahun 2017, Maria diberikan izin untuk meninggalkan penjara selama siang hari, dan pada tahun berikutnya, dia akhirnya dibebaskan sepenuhnya.

library_books The Mirror