Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Cloudflare Perkenalkan ECH untuk Bypass Pemfilteran SNI ISP

Cloudflare baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka telah mengaktifkan kembali Encrypted Client Hello (ECH), sebuah fitur yang memungkinkan pengguna untuk melewati pemfilteran SNI yang diterapkan oleh beberapa Internet Service Provider (ISP), termasuk Telkomsel. Fitur ini bertujuan untuk melindungi privasi pengguna saat berselancar di internet.

Pengguna yang merasa terganggu dengan pemfilteran yang diterapkan oleh ISP dapat melakukan pengecekan untuk memastikan ECH aktif di browser mereka. Caranya adalah dengan mengunjungi tautan ini. Apabila terlihat status sni=encrypted, berarti ECH sudah aktif dan tidak perlu melakukan pengaturan tambahan. Namun, jika statusnya sni=plaintext, pengguna perlu memastikan pengaturan DNS-over-HTTPS (DoH) di browser mereka sudah diaktifkan.

Penting untuk dicatat bahwa meskipun pengaturan Private DNS di ponsel sudah aktif, pengguna tetap harus mengaktifkan DoH di browser agar dapat memanfaatkan ECH.

Caveats atau Peringatan

    • Banyak situs yang menggunakan ECH berada di jaringan Cloudflare. ECH belum diterapkan secara resmi di sebagian besar server web dan Content Delivery Networks (CDN), sehingga butuh waktu bagi situs lain untuk mengikuti.
    • Untuk domain yang menggunakan akun gratis di Cloudflare, ECH diaktifkan secara otomatis. Namun, untuk paket berbayar, pengguna harus mengaktifkannya secara manual, mungkin itulah sebabnya beberapa pengguna belum mendapatkan fitur ini.
    • ISP masih dapat memblokir situs yang menggunakan ECH. Dalam kasus Cloudflare, dampaknya bisa besar karena semua situs dengan ECH di jaringan mereka menggunakan SNI yang sama, yaitu cloudflare-ech.com. Meskipun demikian, Indonesia memiliki pengalihan DNS yang mungkin tidak dimiliki negara lain, sehingga pemerintah bisa saja mengatur pemfilteran ini.

Untuk memahami lebih lanjut, ECH merupakan bagian dari protokol yang dikenal sebagai client hello, yang digunakan untuk menjalin koneksi antara pengguna dan server. Selama bertahun-tahun, protokol ini dikirim dalam bentuk plain text, yang membuatnya rentan terhadap metode penyensoran internet seperti deep packet inspection yang sering digunakan oleh Kominfo. Dengan adanya ECH, informasi yang dikirimkan menjadi terenkripsi, sehingga penyensoran yang ketat seperti yang terjadi di China dan Turki menjadi lebih sulit dilakukan.

Dengan adanya fitur ini, diharapkan pengguna internet di Indonesia dapat lebih leluasa dalam mengakses informasi tanpa adanya pemfilteran yang mengganggu.

library_books Simultaneousping