Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pegawai Universitas Toronto Dihapus Tawaran Kerjasamanya Karena Isu Palestina

Universitas Toronto (U of T) pada tahun 2021 menarik tawaran kerja untuk seorang doktor bernama Valentina Azarova. Keputusan ini diambil setelah ada keberatan dari seorang donor besar yang tidak setuju dengan penelitian Azarova mengenai Palestina dan pelanggaran hak asasi manusia oleh Israel. Hal ini menimbulkan kritik tajam, baik dari dalam maupun luar universitas.

Azarova, seorang akademisi ternama dan anggota di Manchester International Law Centre, telah berkecimpung dalam penegakan hak asasi manusia di tingkat global. Ia juga berpengalaman bekerja dengan misi pencari fakta PBB. Karena keberanian serta komitmennya, banyak akademisi dan penulis terkemuka, termasuk aktivis Angela Davis dan Naomi Klein, menyatakan dukungan terhadap censure yang diberikan kepada U of T.

Tim McCaskell, seorang penulis dan aktivis, mengungkapkan kekecewaannya, “Sungguh memalukan melihat almamater kita menyia-nyiakan reputasinya dan mengorbankan integritasnya.” Keputusan untuk menarik tawaran kerja untuk Azarova memicu pengunduran diri dewan penasihat fakultas Program Hak Asasi Manusia Internasional sebagai bentuk protes.

Proses perekrutan Azarova dimulai pada pertengahan Agustus 2020, tetapi kemudian terhenti. Dewan Fakultas Hukum U of T mengklaim bahwa pihak universitas telah ditekan oleh seorang hakim yang juga merupakan donor besar untuk program tersebut, menurut laporan dari The Star, sebuah surat kabar lokal.

Sementara itu, universitas berkeras bahwa keputusan untuk menarik tawaran tersebut tidak ada hubungannya dengan intervensi dari donor tersebut. Sebagai respons atas kritik yang muncul, U of T mengkomisikan penyelidikan independen yang dipimpin oleh Thomas A. Cromwell, mantan hakim Mahkamah Agung. Laporan tersebut dirilis pada bulan Maret dan menyatakan bahwa tidak ada bukti yang cukup untuk menunjukkan bahwa pengaruh eksternal mempengaruhi keputusan terkait perekrutan Azarova.

Presiden Universitas Toronto, Meric Gertler, mengungkapkan harapannya agar fakultas hukum dapat melanjutkan dari pengalaman yang kontroversial ini. Gertler juga menyampaikan permintaan maaf kepada Azarova atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses pencarian. Sayangnya, surat permintaan maaf itu terkirim ke alamat email yang salah, yang menyebabkan permintaan maaf kedua yang lebih berlebihan.

Kasus ini menyoroti isu penting tentang akademik dan kebebasan berpendapat, serta menunjukkan betapa kompleksnya hubungan antara universitas dengan donor dan pengaruh eksternal dalam dunia akademis.

library_books Yudhista Ap