Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pasuruan Kirim Atlit untuk Ikuti PON XXI di Aceh

Sebanyak 17 atlet, 5 pelatih, dan 2 mekanik dari Kabupaten Pasuruan resmi berangkat menuju Aceh, Sumatera Utara, untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XXI. Keberangkatan tim tersebut dilakukan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Pasuruan, Mujiono, dari Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, pada Kamis malam tanggal 5 September 2024.

Para atlet tersebut berasal dari sebelas cabang olahraga (cabor) yang berbeda. Rincian atlet terdiri dari empat atlet selam: M. Farid Ainun Najib, Nadia Kusumawardani, dan Firman Maulana Saputra. Selain itu, ada dua atlet dari cabor atletik, yaitu Ekhwanuddin dan Arif Ibrohim, serta Reyhan Ardhianata dari renang.

Atlet lainnya adalah Alvin Rizqullah Fadilah dari pencak silat, Khoirul Umam dari bilyard, Suryaningtyas dari IBCA MMA, dan Javer Banoet dari Kick Boxing. Sutrisno Abadi mewakili cabor berkuda, sementara Aditya Nanda Suwito dari judo. Ada juga lima atlet bulutangkis, yaitu Mokhammad Yovandika Ramadhan, Wahyu Krisnawardhani, Kleopas Bina Putra Prakoso, Dwi Nur Septiani, dan Nadia Marshela Putri.

Tidak hanya atlet, tim ini juga membawa lima pelatih. Di antaranya adalah satu pelatih petanque, Yogiswara Pamungkas, dan dua pelatih selam, Mokhammad Riyad dan M. Ardian Firmansyah. Pelatih bilyard Sonny Ardianza dan pelatih bulutangkis Erwin Rendana Purnomo juga turut serta. Mekanik yang diberangkatkan terdiri dari Syamsul Arifin dari cabor selam dan Fany Alfian dari petanque.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pasuruan, Moch Mulyadi, menyatakan bahwa semua cabor yang diikuti memiliki peluang untuk meraih medali, khususnya dari cabor selam, renang, dan bulutangkis. Ia percaya bahwa atlet yang sudah lolos ke PON adalah yang berkualitas. "Mudah-mudahan mendulang medali semua, karena kebetulan 17 atlet yang dikirim sudah berprestasi, bahkan ada yang pernah mengikuti PON di Papua," ujarnya.

Sebelum berangkat, seluruh atlet telah mengikuti training centre yang biaya dan pelaksanaannya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. "Semuanya ditanggung Pemprov Jatim," tambah Mulyadi.

library_books Pemkabpasuruan