Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Gedenkgottesdienst in Magdeburg für die Opfer des Anschlags

Pada Sabtu malam, di Magdeburger Dom, ratusan orang berkumpul untuk mengenang para korban dari sebuah serangan brutal yang terjadi sehari sebelumnya. Dalam suasana duka dan kemarahan, umat berkumpul untuk berdoa dan saling memberi dukungan. Uskup Katolik Gerhard Feige membuka acara tersebut dengan ungkapan perasaan yang mendalam.

"Kami merasa sedih dan marah, bingung dan khawatir, tidak pasti dan putus asa. Kami di sini dengan perasaan yang sulit dijelaskan," kata Feige. Acara ini dihadiri oleh banyak pihak, termasuk para korban yang terluka, keluarga mereka, petugas penyelamat, serta tokoh-tokoh penting seperti Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier, Kanselir Olaf Scholz, dan Perdana Menteri Reiner Haseloff.

Di luar gedung, ratusan orang juga menyaksikan acara tersebut melalui layar besar meskipun cuaca dingin dan hujan. Uskup Feige menegaskan pentingnya bersatu dalam menghadapi situasi ini. "Kita bersama-sama di sini untuk saling memberikan dukungan, untuk menghadapi apa yang sulit dimengerti. Kita tidak boleh membiarkan kebencian dan kekerasan menjadi kata terakhir," tambahnya.

Sebelum ibadah dimulai, sebuah tempat peringatan didirikan di dekat lokasi kejadian di depan portal barat Gereja Yohanes. Di sana, siapa saja dapat mengekspresikan rasa duka mereka. Banyak orang yang datang membawa bunga sebagai tanda penghormatan kepada korban.

Pukul 19:04, tepat 24 jam setelah serangan, semua lonceng gereja di kota Magdeburg berbunyi. Friedrich Kramer, Uskup Gereja Evangelis di Jerman Tengah, menyampaikan khotbah yang menyentuh. "Kami merasa terguncang dan bertanya-tanya: Apakah masih ada tempat yang aman, tempat yang damai?" katanya. Kramer juga menekankan bahwa para pelaku kekerasan tidak seharusnya mendapatkan perhatian lebih. "Jangan beri ruang bagi pelaku kekerasan ini," ujarnya.

Acara ini menunjukkan betapa pentingnya solidaritas dan dukungan di tengah tragedi. Masyarakat Magdeburg bersatu untuk menghormati para korban dan menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan kekerasan mendominasi kehidupan mereka.

library_books Tagesschau