Sejumlah tokoh kanan di Amerika Serikat, termasuk Dave Rubin, Tim Pool, Benny Johnson, dan Lauren Southern, diduga terlibat dalam kegiatan perang informasi Rusia. Tuduhan ini muncul setelah dikeluarkannya dakwaan federal sepanjang 32 halaman oleh Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York pada hari Rabu.
Para influencer ini dikenal melalui podcast dan acara di YouTube. Mereka adalah anggota atau mantan anggota Tenet Media, sebuah perusahaan pembuat konten yang berbasis di Nashville. Perusahaan ini dimiliki bersama oleh Lauren Chen, seorang tokoh konservatif yang juga terkenal di media. Departemen Kehakiman AS mengklaim bahwa Tenet Media, sejak didirikan pada tahun 2022, telah berfungsi sebagai kedok bagi agen-agen Rusia dalam menyebarkan konten yang diarahkan oleh negara Rusia melalui platform masing-masing influencer tersebut.
Kegiatan pengaruh asing seperti ini bukan hal baru. Perang informasi adalah upaya untuk memengaruhi opini publik, sering kali melalui penyebaran berita palsu atau propaganda. Hal ini dapat menyebabkan kebingungan dan ketidakpastian di masyarakat.
Dengan adanya dakwaan ini, banyak yang bertanya-tanya mengenai siapa yang berada di balik operasi ini, siapa saja influencer yang terlibat, dan informasi apa yang telah mereka sebar. Informasi lebih lanjut tentang situasi ini akan terungkap dalam perkembangan mendatang.
influencer kanan Rusia perang informasi Tenet Media