Jakarta, 22 Desember 2024 - Polda Metro Jaya saat ini sedang menyelidiki laporan dari seorang penonton asal Malaysia yang diduga ditangkap dan diperas oleh oknum anggota polisi. Peristiwa ini terjadi selama gelaran Djakarta Warehouse Project (DWP) yang berlangsung dari 13 hingga 15 Desember 2024 di JIExpo Kemayoran.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Ade Ary Syam Indradi, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberantas segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. "Polda Metro Jaya tidak pandang bulu terhadap siapapun pelakunya dan pasti akan memproses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku secara proporsional dan profesional," ujarnya.
Kasus ini bermula setelah adanya unggahan di akun X @Twt_Rave. Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa sejumlah oknum polisi Indonesia melakukan penangkapan dan tes urine mendadak terhadap lebih dari 400 penonton dari Malaysia. Hal ini menimbulkan kepanikan di kalangan penonton yang hadir.
Lebih lanjut, oknum polisi juga diduga melakukan pemerasan terhadap para penonton, dengan jumlah uang yang diminta mencapai 9 juta RM, yang setara dengan Rp32 miliar. Beberapa penonton menyatakan bahwa mereka terpaksa membayar meskipun hasil tes urine mereka menunjukkan negatif terhadap narkoba.
Situasi ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan banyak pertanyaan mengenai prosedur yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Komitmen Polda Metro Jaya untuk menyelidiki kasus ini diharapkan dapat memberikan keadilan bagi para penonton yang menjadi korban.
Kasus pemerasan seperti ini sangat merugikan dan mencoreng nama baik institusi kepolisian. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk melaporkan jika mengalami kejadian serupa dan memastikan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap oknum-oknum yang menyalahgunakan wewenangnya.
Polda Metro Jaya terus melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus ini agar dapat menemukan fakta-fakta yang jelas dan memastikan bahwa hukum ditegakkan dengan seadil-adilnya.
Djakarta Warehouse Project pemerasan polisi Malaysia narkoba