Pada konferensi tahunan Partai Buruh di tahun 2018, Sir Keir Starmer membuat pernyataan mengejutkan. Dia meninggalkan naskah yang telah disetujui dan berkata, “Tidak ada yang mengesampingkan opsi untuk tetap di Uni Eropa!” Pernyataan ini disambut dengan tepuk tangan panjang dari para delegasi yang mendukung Uni Eropa.
Satu setengah tahun setelahnya, Starmer terpilih sebagai pemimpin Partai Buruh dengan janji untuk "membela pergerakan bebas." Meskipun para pendukung tetap tidak berhasil menghentikan Brexit, mereka telah membawa perubahan dalam struktur dan arah Partai Buruh.
Namun, saat ini, Sir Keir sedang menegaskan banyak hal: tidak hanya menolak untuk kembali bergabung dengan Uni Eropa selama hidupnya, tetapi juga mengesampingkan keanggotaan dalam pasar tunggal dan serikat bea. Hal ini menunjukkan sebuah paradoks menarik dalam politik Inggris.
Gerakan pro-Uni Eropa terbukti populer di kalangan masyarakat, dengan jutaan pendukungnya. Namun, mereka tidak memiliki pengaruh yang signifikan di Westminster, parlemen Inggris. Kekuatan mereka cenderung bersifat laten, bukan nyata.
Para pendukung gerakan tetap mungkin lebih berbahaya jika mereka lebih terorganisir dan kejam dalam pendekatan mereka terhadap politik. Keberadaan mereka yang tidak terlihat ini membawa tantangan baru bagi peta politik Inggris.
Partai Buruh Brexit Keir Starmer Uni Eropa politik Inggris