Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) baru saja mengumumkan calon kepala daerah gelombang III untuk pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) 2024. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyatakan bahwa pengumuman ini menandakan bahwa proses kaderisasi dalam partai berkelir merah tersebut berjalan dengan baik.
Menurut Hasto, terdapat lima calon gubernur dan tiga calon wakil gubernur yang berasal dari internal PDI Perjuangan. Selain itu, di 38 kabupaten dan 16 kota, terdapat 30 calon kepala daerah dan 16 calon wakil kepala daerah yang juga berasal dari PDI Perjuangan. Hal ini menunjukkan bahwa proses kaderisasi yang berlangsung di dalam partai sudah sistemik dan terencana.
Hasto Kristiyanto juga menjelaskan bahwa PDI Perjuangan berperan sebagai jembatan persaudaraan antar partai politik dalam pemilu. Di dalam komposisi kerjasama politik, PDI Perjuangan memiliki kerja sama dengan sejumlah partai lain. Misalnya, Golkar sebesar 9,2 persen, Gerindra 6,1 persen, PKB 5,1 persen, dan beberapa partai lainnya seperti Demokrat, PPP, dan PAN.
Total amal kerjasama dengan partai non-politik mencapai 13,8 persen. "Ini menunjukkan bahwa PDI Perjuangan menjadi jembatan persaudaraan di antara partai-partai politik," ungkap Hasto. Hal ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam dunia politik, di mana beberapa partai harus bekerja sama untuk meraih kesuksesan dalam pemilu.
Dalam pengumuman tersebut, PDI Perjuangan juga menambah jumlah eks petinggi TNI yang maju di Pilkada 2024 dengan mencalonkan Jenderal (Purn) TNI Andika Perkasa dan Letjen TNI (Purn) Alfred Denny Djoike Tuejeh. Langkah ini diyakini akan memperkuat posisi PDI Perjuangan dalam persaingan Pilkada yang akan datang.