Kerugian yang diakibatkan oleh kejahatan terorganisir di Jerman mengalami peningkatan drastis pada tahun 2023. Menurut laporan terbaru yang disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Jerman, Nancy Faeser, angka kerugian ekonomi akibat kejahatan ini telah mencapai 2,7 miliar Euro. Angka ini menunjukkan peningkatan dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Salah satu jenis kejahatan yang paling menyita perhatian adalah kejahatan siber, yang menyebabkan kerugian sebesar 1,7 miliar Euro. Kejahatan siber merujuk pada berbagai tindakan kriminal yang dilakukan melalui internet, seperti penipuan online, pencurian identitas, dan serangan terhadap sistem komputer.
Sementara itu, jumlah tersangka yang terlibat dalam berbagai kasus kejahatan terorganisir tetap stabil, dengan 7.347 orang yang dicurigai terlibat pada tahun ini, tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Faeser menegaskan, “Gang kami yang tegas dalam menghadapi kejahatan menunjukkan keberhasilan, dan ini sangat diperlukan.” Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memerangi kejahatan yang berkaitan dengan kekerasan yang semakin meningkat.
Dalam laporan tersebut juga dicatat bahwa jumlah tersangka dengan latar belakang migrasi meningkat pada tahun 2023, mencapai 41%. Angka ini merupakan kenaikan pertama sejak 2021. Dari semua tersangka, sekitar 26% di antaranya adalah warga negara Suriah. Faeser menekankan pentingnya undang-undang baru yang memungkinkan pihak berwenang untuk mendeportasi pelaku kejahatan dengan lebih cepat dan ali ini perlu segera diimplementasikan untuk menjaga keamanan masyarakat.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari kejahatan terorganisir yang terus mengancam integritas dan keamanan Jerman.
kejahatan terorganisir kerugian ekonomi Jerman 2023